Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 digelar di Surabaya pada tanggal 6-9 November 2019.

Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 digelar di Surabaya pada tanggal 6-9 November 2019.

Fesyar BI Bukukan Lonjakan Kesepakatan Bisnis hingga 175%

Nasori, Minggu, 10 November 2019 | 07:58 WIB

JAKARTA, investor.id - Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) pada 6-9 November lalu di Surabaya berhasil meraih kesepakatan bisnis sebesar Rp 19,26 triliun. Capaian tersebut melonjak hingga 175% dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 7,01 triliun.

Acara yang menjadi rangkaian pembuka kegiatan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2019 ini juga membukukan jumlah transaksi booth Rp 100,86 miliar yang terdiri atas transaksi booth perbankan Rp 98,69 miliar dan booth nonperbankan Rp 2,17 miliar. Animo pengunjung pun meningkat signifikan. Ini tercermin dari jumlah pengunjung yang mencapai 31.935 orang.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Harmanta menjelaskan, kesepakatan bisnis sebesar Rp 19,26 triliun itu dicapai melalui kegiatan business matching yang merupakan ajang pertemuan bisnis antara pelaku UMKM atau pemilik project dengan calon investor atau lembaga keuangan bank maupun nonbank yang potensial.

Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 digelar di Surabaya pada tanggal 6-9 November 2019.
Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 digelar di Surabaya pada tanggal 6-9 November 2019.

Ia menambahkan, capaian Fesyar Indonesia 2019 di Surabaya itu juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan Fesyar Regional Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kedua perhelatan di luar Pulau Jawa ini hanya membukukan transaksi business matching masing-masing sebesar Rp 2,11 Triliun dan Rp 2,6 triliun.

"Pencapaian transaksi booth dan business matching ini menunjukkan menguatnya peran perbankan syariah dalam mendukung bergeraknya roda perekonomian. Persiapan penyelenggaraan Fesyar yang telah dimulai sejak tiga bulan sebelumnya, memungkinkan terjadinya komitmen bisnis yang bersifat jangka panjang," ujar Harmanta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/11).

Rangkaian kegiatan Fesyar Indonesia 2019 di Surabaya yang mengambil tema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia”, menurut Harmanta, meliputi sharia fair yang di antaranya mencakup fair, edukasi, lomba, dan bussiness matching, serta sharia forum yang mencakup workshop, seminar, dan forum bisnis, serta gerakan elektronifikasi rumah ibadah.

Sementara ISEF yang menginjak kali ke-6 pada tahun ini, kata dia, tengah memasuki babak baru. Penyelenggaraan ISEF yang selama ini dihelat di Surabaya, kini dialihkan ke Jakarta guna meningkatkan level sektor ekonomi syariah nasional ke level global untuk mewujudkan Indonesia sebagai rujukan (center of excellence) ekonomi syariah dunia.

Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 digelar di Surabaya pada tanggal 6-9 November 2019.
Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 digelar di Surabaya pada tanggal 6-9 November 2019.

Harmanta menegaskan, konsep ekonomi dan keuangan syariah tidak melulu berfokus pada perolehan profit, tetapi juga ada semacam kewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Ini tercermin dari basis transaksi riil yang mengedepankan keadilan dan keseimbangan bagi semua pihak," ucap dia.

 

Transparansi Ziswaf

Selain itu, menurut Harmanta, melalui Fesyar BI terus mendorong kemudahan-kemudahan bertransaksi melalui pemanfaatan teknologi di sistem pembayaran, seperti QR Code. Dalam hal ini, langkah nyata yang telah dilakukan BI adalah melakukan sinergi dengan 16 perbankan dalam rangka elektronifikasi 1.651 rumah ibadah.

"Harapannya, perluasan pemanfaatan teknologi ini pun dapat mendorong transparansi dan optimalisasi sektor keuangan sosial seperti zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) sesuai dengan prinsip penggunaannya” tutur Harmanta.

Selama pelaksanaan Fesyar 2019 di Surabaya, menurut dia, beberapa pihak telah berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawal pengembangan ekonomi syariah ke depan. "Dalam hal ini, target jangka pendeknya adalah meningkatkan kesiapan pelaku industri halal di Jawa Timur, khususnya dalam acara 'Halal Summit 2020' agar mampu diterima di pasar global," pungkas dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA