Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko  Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Indonesia Fintech Forum 2019, di Jakarta, Rabu (4/9). (Investor Daily/Nida Sahara)

Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Indonesia Fintech Forum 2019, di Jakarta, Rabu (4/9). (Investor Daily/Nida Sahara)

Finmas Kantongi Izin Fintech OJK

Hari Gunarto, Kamis, 10 Oktober 2019 | 15:35 WIB

Jakarta – Finmas (PT Oriente Mas Sejahtera) telah mendapatkan Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Finmas dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan ketat dan kewajiban sesuai Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 mengenai Penyelenggaraan LPMUBTI dan aturan-aturan turunannya.

Hingga Agustus 2019, hanya tujuh penyedia pinjaman digital atau financial technology (fintech) jenis peer to peer (P2P) lending yang telah mengantongi izin usaha resmi OJK dari total 127 fintech lender yang terdaftar.

Reza Pratama, direktur Finmas bidang compliance, mengatakan, Finmas didirikan untuk melayani rakyat Indonesia dan berkomitmen menerapkan standar tertinggi terkait transparansi, keamanan, dan tata kelola perusahaan sesuai dengan peraturan dan kode etik yang diterbitkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) serta mandat OJK.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen OJK dalam menerbitkan izin usaha hanya untuk perusahaan yang telah sepenuhnya memenuhi standar kepatuhan yang berlaku. OJK telah memberikan contoh yang baik bagi industri fintech dan pembuat kebijakan terkait lain di Asia Tenggara,” dalam keterangannya, Kamis (10/10).

Menurut Reza, kunci keberhasilan Finmas dalam mendapatkan izin usaha OJK adalah kombinasi unik dari model bisnis yang kuat, penerapan prinsip kepatuhan dan tata kelola, mitigasi risiko, serta kolaborasi dengan penyelenggara layanan jasa keuangan dan sistem pembayaran yang terdaftar pada OJK maupun Bank Indonesia. “Finmas juga komit terhadap sistem dan keamanan teknologi informasi serta perlindungan dan pelayanan konsumen,” kata dia.

Dengan menyandang status berizin, kata Reza, terbuka kesempatan yang lebih besar bagi Finmas untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis, produk dan layanan, ekosistem, serta kemitraan yang lebih luas dengan berbagai pelaku ekonomi. Terutama dengan produsen dan pedagang termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan retailer, e-commerce, lembaga penyelenggara jasa keuangan dan sistem pembayaran, lembaga pendukung layanan keuangan, asosiasi, otoritas berwenang, lembaga-lembaga pemerintah, dan sebagainya.

Rainer Emanuel, kepala Komunikasi Korporat Finmas, mengatakan, pihaknya mendukung misi OJK untuk mempercepat inklusi finansial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Dengan diterbitkannya izin usaha LPMUBTI ini, kami akan terus meningkatkan dukungan untuk program-program edukasi dan literasi yang dicanangkan oleh OJK dan AFPI,” ujarnya.

Dalam 12 bulan sejak mulai beroperasi, aplikasi seluler Finmas telah diunduh oleh lebih dari 4,5 juta pengguna dan digunakan 1,2 juta masyarakat dan UMKM. Finmas juga telah berpartisipasi secara aktif dalam sejumlah program edukasi dan literasi finansial di seluruh Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA