Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Fintech Lending Upayakan Jaga Kualitas Pembiayaan

Senin, 19 Oktober 2020 | 04:29 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id - Fintech p2p lending terus menyalurkan pembiayaan di saat pandemi Covid-19. Namun demikian, para penyelenggara tetap berupaya menjaga kualitas pembiayaan dengan baik melalui berbagai cara.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat keberhasilan 90 hari (TKB 90) fintech lending per Agustus 2020 sebesar 91,12%. Posisi itu cenderung terus menurun dibanding Desember 2020 sebesar 96,35%. Meski sempat tersendat, fintech lending secara konsisten menyalurkan pembiayaan hingga Rp 40,37 triliun sampai Agustus 2020. Nilai tersebut telah mencakup 68% dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar Rp 58,84 triliun.

Tingkat risiko pembiayaan yang tengah meningkat mendorong sejumlah penyelenggara terpaksa lebih selektif menyalurkan pembiayaan.

CEO & Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono menyampaikan, pihaknya perlu menutup sementara sejumlah produk pembiayaan lantaran kualitas dari para calon borrower cenderung menurun. Perseroan mesti menjaga kepercayaan para lender sekaligus kinerja TKB 90 dalam posisi baik.

Benedicto Haryono, Koinworks. Foto: UTHAN A RACHIM
Benedicto Haryono, Koinworks. Foto: UTHAN A RACHIM

Dia mengatakan, permintaan pembiayaan melalui pun mampu melonjak 40,73% pada periode Juni-September 2020.

"Jadi kita filter lebih awal dulu, sebab kita tau permintaan naik tapi kualitasnya menurun. Dari peningkatan permintaan itu yang bisa disetujui kira-kira kurang dari 10%," kata Ben kepada Investor Daily, belum lama ini.

Selama pandemi masih berlangsung, pihaknya juga masih menutup diri untuk secara agresif menyasar wilayah luar Jawa. Kebijakan itu dijalankan lantaran sejumlah hal menjadi kendala. Ketidaktersediaan kantor cabnag guna menunjang proses collection menjadi salah satu alasan.

KoinP2P, sebagai penyelenggara fintech p2p lending di grup KoinWorks telah mencatatkan perbaikan kinerja pembiayaan. Kini pembiayaan telah mencapai Rp 300 miliar per bulan.

Selanjutnya, sampai September 2020, akumulasi pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) sebesar 1,4%. Sedangkan TKB 90 sebesar 97%.

Adapun pembiayaan di wilayah luar Jawa sebesar 20-30% dan porsi pembiayaan produktif mencapai 95%.

Di sisi lain, President & Founder Modal Rakyat Stanislaus MC Tandelilin mengatakan, strategi Modal Rakyat adalah melihat sejumlah sektor yang masih potensial untuk dapat disalurkan pembiayaan sampai akhir tahun ini. Sektor yang dimaksud seperti kesehatan dan logistik.

Langkah yang dilakukan mampu mengerek penyaluran pembiayaan kembali normal sebesar Rp 60 miliar per bulan, bahkan pembiayaan tercatat mampu naik 20%.

"Kami sampai September ini kita sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 550 miliar. Target tahun ini kita berharap mencapai Rp 700 miliar. Sedangkan tahun depan, masih tergantung situasi pandemi, target antara Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun," kata Stanislaus.

Diprediksi bergerak cepat sampai akhir tahun, dia mengatakan, tetap berupaya menjaga kualitas pembiayaan yang kini tercatat di atas rata-rata industri Saat ini TKB 90 Modal Rakyat mencapai 98,97%. Hal dilakukan sesuai arahan regulator untuk terus tumbuh dan tetap memperhatikan manajemen risiko.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan
CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan

Sebelumnya, CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan pun mengemukakan, bahwa pertumbuhan selama kuartal III-2020 ditopang oleh realisasi penyaluran pinjaman usaha yang selalu meningkat dari bulan ke bulan dibandingkan tiga bulan sebelumnya dengan rata rata sebesar Rp 85 miliar. Bahkan, Ivan menjelaskan, Akseleran mampu menyalurkan pinjaman usaha hingga sebesar Rp 105 miliar di bulan September 2020 atau yang menjadi rekor tertinggi Akseleran selama tiga tahun terakhir.

“Performa kami yang positif sejalan dengan perbaikan kualitas pinjaman Akseleran yang juga berhasil menekan angka NPF di bawah 0,3% dari total penyaluran pinjaman usaha. Tetap tumbuhnya Akseleran di usia yang ketiga tahun ini mendorong optimisme kami untuk menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini,” ucap Ivan.

Secara kumulatif, dia menambahkan, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar lebih dari Rp1,5 triliun kepada ribuan UKM di Indonesia.

Adapun UKM yang telah memperoleh pinjaman usaha sudah semakin bertambah luas dan merata di luar Pulau Jawa yakni dari Kalimantan Timur, Maluku, Riau, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara sedangkan di Pulau Jawa tetap kuat dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi

Sementara itu, Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menerangkan, beragam inovasi telah perseroan luncurkan. Belum lama ini pihaknya meluncurkan kampanye 'Grow Fa5ter' yang berarti semangat untuk tumbuh lebih cepat dan berkualitas.

Dia menjelaskan, tak hanya lebih cepat dalam bertumbuh sebagai entitas perusahaan dan berkualitas terutama dari sisi kualitas aset pinjaman agar tetap sehat, tapi juga dalam menumbuhkan para pemangku kepentingan utamanya borrower dan lender serta masyarakat luas melalui usaha usaha digitalisasi dan literasi keuangan yang riil.

“Di bawah kampanye payung 'Grow Fa5ter', kami berkomitmen untuk meningkatkan lini produk dan layanan Investree serta mengaktifkan berbagai promosi dan aktivitas kaya manfaat agar lender, borrower, rekanan, dan semua pihak dapat tumbuh lebih cepat serta mampu merealisasikan tujuan finansialnya," ucap Adrian.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN