Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi (kiri) dan CEO Pinjam Modal Herman Handoko (kanan) di acara webinar literasi keuangan digital, Kamis (17/6). Foto: Istimwa

Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi (kiri) dan CEO Pinjam Modal Herman Handoko (kanan) di acara webinar literasi keuangan digital, Kamis (17/6). Foto: Istimwa

Gandeng Anak Usaha, BFI Finance Gelar Literasi Keuangan Digital

Jumat, 18 Juni 2021 | 11:36 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT BFI  Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) bersama anak usahanya penyelenggara fintech p2p lending Pinjam Modal menyelenggarakan literasi keuangan digital. Perseroan menargetkan para pelaku usaha agar tepat guna melakukan perencanaan finansial, sehingga produktivitas meningkat dan turut menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Kegiatan yang diikuti ratusan pelaku usaha itu digelar secara virtual, Kamis (17/6). Perseroan mengusung tema "Pintar Memanfaatkan Teknologi sebagai Solusi Keuangan Masa Kini".

Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi menyampaikan, pihaknya mengajak para pelaku usaha untuk sama-sama menjadi motor penggerak ekonomi dan mencapai kesejahteraan finansial dengan cara cerdas serta penuh kewaspadaan.

"Di era keuangan digital seperti sekarang, transaksi digital semakin diminati dan dibutuhkan. Oleh karena itu, kami konsisten mengedukasi masyarakat mengenai beragam hal terkait masalah keuangan, pengenalan lembaga jasa pembiayaan, produk serta fitur pada produk jasa pembiayaan tersebut, berikut berbagai risikonya," terang Sutadi melalui keterangannya, Kamis (17/6).

Dia mengatakan, BFI Finance berharap melalui webinar ini mampu mendorong tingkat literasi keuangan. “Hal ini bertujuan agar pelaku usaha mampu membuat keputusan keuangan dengan lebih tepat guna perencanaan finansial keluarga dan usahanya sehingga produktivitas pun meningkat dan kesejahteraan finansial dapat diraih,” tambah Sutadi.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, tingkat literasi keuangan di Indonesia baru mencapai 38,03%. Indikatornya terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku. Untuk wilayah perkotaan tingkat literasi mencapai 41,41%. Sementara tingkat literasi masyarakat pedesaan hanya 34,53%.

Dalam kesempatan itu, CEO Pinjam Modal Herman Handoko turut menerangkan sejumlah produk jasa keuangan yang ditawarkan fintech. Hal itu menjadi penting lantaran seiring dengan penggunaan fintech p2p lending yang kian marak di masyarakat. Masyarakat juga dihimbau untuk mengetahui fintech legal dan ilegal, termasuk dampak yang mengiringi ketika menggunakan layanan fintech.

"Pinjam Modal memberikan beberapa fasilitas keuangan, salah satunya adalah modal usaha untuk online UMKM, yakni sebuah fasilitas dana produktif untuk mendukung para pelaku UMKM Indonesia. Lewat layanan Pinjam Modal, data-data konsumen serta transaksi dilengkapi sistem keamanan sesuai standar ISO 27001," ucap dia.

Herman menambahkan, syarat pengajuan dari konsumen sangat mudah yaitu cukup KTP dan memiliki toko online. Selain itu, setiap pengajuan pinjaman akan diproses cepat karena perusahaan berfokus pada kepuasan konsumen dan pemenuhan kebutuhan pelaku usaha sesegera mungkin.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN