Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BCA. Foto: Investor Daily/DOK

Bank BCA. Foto: Investor Daily/DOK

BISNIS KARTU KREDIT

Gandeng JCB, BCA Incar Volume Transaksi Rp 400 Miliar

Nida Sahara, Selasa, 12 November 2019 | 16:22 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggandeng JCB Internasional Indonesia untuk meluncurkan kembali kartu kredit BCA-JCB Black yang menyasar nasabah affluent. Pada tahun pertama, perseroan menargetkan volume transaksi kartu kredit tersebut mencapai Rp 400 miliar dengan 25 ribu kartu yang beredar.

"Saat ini total kartu kredit kita ada 3,9 juta keping di mana 5% itu biasa dipakai di luar negeri. Banyak digunakan di Singapura dan beberapa negara lain, Jepang menempati peringkat ketiga, kami targetkan 1 tahun pertama bisa 25 ribu kartu dengan sales volume Rp 400 miliar dalam setahun," jelas Direktur BCA Santoso, di Jakarta, Senin (11/11).

Dia mengungkapkan, pertumbuhan transaksi kartu kredit BCA sekitar 14% (year on year/yoy). Kalau dari nasabahnya kira-kira 12-13% (yoy). Akhir tahun ini pertumbuhan nasabah kartu kredit diperkirakan 13%, sedangkan volume transaksi tumbuh 14%, lebih tinggi dari industri yang hanya tumbuh 5%.

Dia menyebutkan, portofolio transaksi kartu kredit untuk travel sekitar 10%. Tren kenaikan masyarakat Indonesia yang berlibur ke luar negeri setiap tahun tercatat yang signifikan mendorong perseroan untuk menawarkan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah yang gemar berpergian (travelling) dan berbelanja di Indonesia maupun luar negeri.

Pertumbuhan nasabah pengguna kartu kredit di luar negeri tahun 2017 ke 2018 meningkat signifikan mencapai 30% secara tahunan (year on year/yoy). "Demand ke Jepang itu banyak, apalagi dengan diberi kemudahan dalam Visa, dari waktu ke waktu penggunaan kartu kredit tinggi, apalagi 2017 ke 2018 mencapai 30%," terang Santoso.

Dia menambahkan, meskipun terdapat peningkatan signifikan dari 2017 ke 2018, sepanjang 2018 sampai 2019 mengalami penurunan. Hal tersebut karena penurunan pertumbuhan ekonomi dan berpengaruh pada pola konsumsi masyarakat. "Tapi kami tetap optimistis 2020 minat untuk transaksi ke luar negeri khususnya Jepang bisa naik kembali 25%," papar Santoso.

Dia menjelaskan, kerja sama dengan JCB Indonesia tersebut BCA sebagai issuing dan JCB sebagai principle. Dengan demikian, kartu kredit JCB bisa digunakan di manapun pada merchant negara lain sepanjang menerima JCB. "Jadi skema kerja sama ini, pemilik brand itu JCB sebagai principal, kami yang mengikuti model bisnis jadi issuing," ucap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA