Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Genjot Pertumbuhan Bisnis Trade Finance, BNI Dukung Proyek Wika di Myanmar

Gora Kunjana, Selasa, 19 Februari 2019 | 13:02 WIB

JAKARTA - Dalam upaya terus menggenjot pertumbuhan Trade Finance beserta Fee Based Income, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui jaringan Kantor Cabang Luar Negeri di Myanmar memperkuat layanan perbankannya melalui penerbitan jaminan uang muka (advance payment bond) dan jaminan pengerjaan (performance bond) kepada cabang luar negeri PT Wijaya Karya Tbk di Myanmar.

        

Penerbitan fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proyek pembangunan rel kereta api milik Myanmar Railways (MR) di Yangon, Myanmar. Pembangunan proyek sepanjang 45 kilometer ini akan membutuhkan waktu selama 2 tahun.

      

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Treasury & International Banking BNI Rico Rizal Budidarmo melalui pernyataan tertulis yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (19/2/2019). 

       

Rico mengungkapkan bahwa penerbitan jaminan uang muka dan jaminan pengerjaan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang selama ini telah terjalin antara BNI dengan Myanmar Foreign Trade Bank (MFTB). MFTB merupakan bank terbesar milik pemerintah Myanmar.

      

Peran BNI dalam proyek tersebut sangat penting untuk mendukung implementasi integrasi ekonomi di kawasan ASEAN melalui kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC). 

"Tidak hanya itu, hasil dari ekspansi bisnis dari proyek tersebut juga akan menjadi salah satu penyumbang devisa bagi Indonesia," ujar Rico.

       

Volume transaksi Trade Finance BNI mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% yaitu dari US$ 40 miliar pada 2017 menjadi US$ 45 miliar pada 2018. Pertumbuhan tersebut turut mendorong pertumbuhan Fee Based Income yang bersumber dari Trade Finance yaitu sebesar 25,9% yaitu Rp 1,72 triliun pada 2017 menjadi Rp 2,18 triliun pada 2018.

    

Rico menambahkan bahwa, Fee Based Income yang diperoleh oleh BNI pada 2018 sebesar Rp 2,18 triliun didominasi oleh transaksi ekspor yang sebesar Rp 1,6 triliun (73,4%). Sedangkan, transaksi impor berkontribusi sebesar 26,6% atau Rp 579 miliar. Volume transaksi US$ 45 miliar pada 2018 juga didominasi oleh transaksi ekspor sebesar US$ 26 miliar (57,6%) dan sisanya oleh transaksi impor sebesar US$ 19 miliar (42,4%).

     

BNI merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia dan sebagai bank  dengan jaringan internasional terluas saat ini, di mana BNI  memiliki enam kantor cabang  di  luar negeri yaitu di  London, Inggris; New York, Amerika Serikat; Singapura; Hongkong; Tokyo, Jepang; Seoul, Korea; 1 sub-branch di Osaka, Jepang, dan 1 kantor perwakilan di Yangon, Myanmar. Layanan BNI juga didukung oleh Remittance Representative yang  tersebar  di  Kuala Lumpur, Serawak, Perak, Johor, Sabah,  Hong Kong, Taipei, Seoul, Jeddah, Riyadh, Dubai, Doha dan Amsterdam. (gor)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA