Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID

Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID

Graduation BRIncubator Go Global Lahirkan UMKM Berdaya Saing

Rabu, 28 Oktober 2020 | 18:24 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRIncubator Go Global 2020 telah melakukan seleksi kepada ratusan UMKM yang selanjutnya mendapatkan pelatihan dan bimbingan sehingga memiliki kemampuan bersaing di pasar internasional.

Program ini merupakan kolaborasi BRI dengan Kementerian Riset dan Teknologi RI, Kementerian Koperasi dan UMKM RI, dan UCoach untuk mengembangkan UMKM agar siap bertransformasi di era revolusi industri 4.0.

Dalam puncak acara Graduation BRIncubator Go Global 2020 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (27/10) tersebut hadir Menristek Bambang Brodjonegoro, Menkop dan UKM Teten Masduki, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dan Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI Priyastomo.

Proses seleksi dan penjurian berlangsung sejak September lalu dengan melibatkan total 289 pelaku UMKM binaan BRI. Setelah dilakukan seleksi ketat, pada puncak rangkaian program BRIncubator Go Global 2020 telah terpilih 10 UMKM dari 25 UMKM finalis.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto  menjelaskan, perlu adanya program intensif sebagai akselerasi bisnis UMKM yang dapat mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda binaan BRI yang memiliki daya saing lokal hingga mancanegara.

“Oleh karenanya BRI juga akan terus konsisten untuk mengembangkan UMKM di Indonesia dengan melakukan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan kepada UMKM dalam perannya sebagai Agent of Development,” ujar Catur dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Sementara itu Direktur Bisnis Mikro BRI Supari yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan, penentuan UMKM unggulan finalis BRIncubator Go Global dilakukan secara profesional oleh 17 juri dan mentor.

“Meski sudah memilih 10 terbaik, kami menilai seluruh UMKM yang ikut program ini telah siap bertransformasi dalam menjalankan bisnisnya. Mereka kini sudah siap masuk pasar global dan bekerja sama langsung dengan industri-industri besar,” kata Supari.

BRIncubator Go Global adalah program pelatihan dan bimbingan terhadap UMKM agar siap masuk dalam rantai pasok pasar nasional dan internasional. Program ini berisi kegiatan inkubasi, pendampingan (coaching, mentoring), dan kanalisasi distribusi produk UMKM.

Dalam program ini, BRI telah membina UMKM terpilih yang bergerak di sektor kuliner, fashion, dan kerajinan. Pemilihan puluhan UMKM ini dilakukan atas indikator sikap, kematangan pelaku usaha untuk dibina dan dikembangkan, serta seberapa besar UMKM terkait siap melakukan digitalisasi dan adopsi teknologi dalam usahanya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif BRI agar para UMKM bisa naik kelas, faham soal digitalisasi dan dapat langsung masuk ke pasar global. Hal ini sejalan dengan semangat BRI untuk melayani masyarakat sebanyak mungkin melalui go smaller, go faster, go cheaper dan nasabah UMKM-nya dapat go global. Pelatihan terhadap puluhan UMKM ini berjalan selama 2 bulan di bawah bimbingan dan pendampingan dari 17 mentor ternama.

Dalam acara graduation tersebut, BRI turut menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Panen Lestari Indonesia selaku pemilik gerai SOGO Department Store, Alun-Alun Indonesia, Seibu, Galeries Lafayette dan PT Ucoach Djivasrana Grahasada sebagai salah satu cara untuk mendorong UMKM naik kelas dan membantu pemasaran produk UMKM.

"Selain melalui SOGO Group nantinya produk-produk UMKM BRI yang sudah melalui tahapan inkubasi juga akan diberikan bantuan akses pemasaran ke berbagai perusahaan besar antara lain Sosro, Mayora, Kapal Api bahkan sampai keluar negeri," jelas Supari.

Menurut Supari, pelatihan dan pendampingan UMKM agar bisa bertransformasi dalam menjalankan usaha merupakan hal penting yang harus terus dilakukan.

Adaptasi ini wajib dilakukan karena perkembangan teknologi dan dunia digital semakin cepat terjadi, apalagi, pandemi Covid-19 membuat seluruh kegiatan saat ini akhirnya dilakukan melalui perantara teknologi digital.

Oleh karena itu, pelaku UMKM harus memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar, hingga berinovasi dalam membuat suatu produk.

"Pelaku UMKM harus lebih berpikiran terbuka, inovatif, agile dan memperluas kolaborasi. BRI akan terus membantu pelaku usaha mikro dan kecil agar bisa melakukan hal-hal tersebut," lanjut dia.

Selama mengikuti program BRIncubator Go Global, peserta UMKM binaan BRI mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha secara online dan offline selama hampir 2 bulan serta konsultasi secara langsung di lokasi usaha UMKM oleh mentor Ucoach. Finalis UMKM binaan yang mengikuti BRIncubator Go Global tahun ini terdiri dari pelaku usaha kerajinan, kuliner dan fashion.

Adapun, 10 finalis BRIncubator Go Global yang terpilih dan mendapat sertifikat serta penghargaan secara langsung adalah Swarga flower tea and co. milik Niti Rochimah (kuliner), UD Safir milik Sayuk Wibawati (kuliner), Balibel milik Ida Ayu Puspa (kuliner), CV Tri Utama Jaya milik Erwin Irawan (kuliner), Rafins Snack milik Muhammad Ravie Cahya (kuliner), Garvis Leather milik Asep Mauludin (kerajinan), Bali Ayu milik Komang Yatik (kerajinan), CV Sahabat Alam Handycraft milik Ieko Damayanti (kerajinan) dan CV Dona Doni milik Misriwati Agustina (kerajinan), serta Zemsilver milik Abdul Ershad Salam (kerajinan).

“BRI akan terus melanjutkan pembinaan dan penyaluran dukungan bagi UMKM di Indonesia, agar lebih berdaya saing dan bisa naik kelas. Pembentukan kemitraan juga terus kami dorong, agar ke depannya lebih banyak lagi produk-produk UMKM yang bisa terserap dan digunakan pelaku industri besar skala nasional maupun internasional,” pungkas Supari.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN