Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Pengawas BP Jamsostek dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Pengawas BP Jamsostek dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Hasil Investasi BP Jamsostek Tumbuh 19,1%

Selasa, 15 Nov 2022 | 21:31 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek membukukan hasil investasi mencapai Rp 29,91 triliun atau meningkat 19,18% year on year (yoy) sampai September 2022. Perolehan tersebut didukung oleh perkembangan pasar investasi yang bergerak positif pada tahun ini.

Data BP Jamsostek mencatat, yield on investment (YoI) berhasil mencapai level 6,87% sampai dengan September 2022. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan target yang telah dicanangkan yakni sebesar 6,55%.

Penghimpunan premi berikut pengembangan investasi mendorong dana kelolaan BP Jamsostek per September 2022 menembus Rp 607,51 triliun, nilai ini tumbuh 16,3% (yoy) hingga September 2022. Dana mencakup 83,17% ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang, serta sisanya sebesar 16,43% di instrumen berbasis saham.

Baca juga: inDriver Gandeng BP Jamsostek Fasilitasi Jaminan Sosial Bagi Pengemudi Transportasi Online

Advertisement

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo mengakui bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari perkembangan pasar investasi Indonesia yang bergerak dalam tren positif. IHSG misalnya meningkat 6,98% secara year to date (ytd) sampai September 2022.

Selain itu, peningkatan suku bunga dari bank sentral ikut mengerek sejumlah instrumen surat utang. Adapun obligasi negara meningkat dari 6,55% pada Desember 2021 menjadi 7,41% per 30 September 2022.

"Jadi kalau melihat indikator-indikator ini, BI rate meningkat, dampaknya pada suku bunga perbankan, yield surat utang negara, ini akan berdampak pada instrumen yang kita miliki," jelas Anggoro dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Pengawas BP Jamsostek dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: BP Jamsostek Bidik Pengelolaan Dana Investasi Rp 612 T, Intip Strateginya

Perkiraan imbal hasil ini sejalan dengan kebijakan investasi yang diterapkan BP Jamsostek sejak akhir tahun lalu. Hal ini tercermin dari porsi masing-masing instrumen, mulai dari obligasi yang naik menjadi 71,33%, deposito naik 11,85%, saham turun menjadi 10,80%, reksa dana turun menjadi 5,63%, properti 0,33%, dan penyertaan sebesar 0,06%.

Anggoro menuturkan, penurunan porsi di instrumen saham dan reksadana dipilih dengan menimbang kondisi yang volatil. Sehingga manajemen memilih untuk lebih banyak menempatkan dana pada instrumen dengan risiko rendah dengan tenor pendek.

Baca juga: Sering Diabaikan, Ini Alasan Pentingnya Punya Polis Asuransi

Oleh karena itu, di tahun ini obligasi dipandang menjadi instrumen yang baik seiring kondisi pasar. Sedangkan deposito juga akan terus ditingkatkan karena suku bunga bank yang diyakini akan meningkat.

"Hal ini sudah dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sejak akhir tahun lalu dengan proyeksi kecenderungan suku bunga yang bakal meningkat karena adanya inflasi. Maka kita meletakkan di instrumen-instrumen deposito dan obligasi," jelas dia.

Pada intinya, kata Anggoro, fokus BP Jamsostek adalah untuk mengantisipasi risiko melalui penempatan portofolio investasi dengan baik. Penempatan investasi disesuaikan dengan kebutuhan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dengan konsep liability-driven investing dan dynamic asset allocation.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com