Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi dalam acara perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk kepada pelaku pasar modal, Kamis (4/2/2021).

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi dalam acara perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk kepada pelaku pasar modal, Kamis (4/2/2021).

Hery Gunardi: BSI Solusi Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia

Rabu, 17 Februari 2021 | 10:17 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah terus tumbuh seiring penerapan gaya hidup halal yang mulai diterapkan masyarakat. Industri halal menyimpan potensi yang sangat besar, di mana pada 2020, nilai perdagangan industri halal Indonesia telah mencapai US$ 3 miliar.

Pertumbuhan sektor keuangan syariah juga berkembang, bahkan sektor ini tumbuh di tengah pandemi. Hingga Desember 2020, aset keuangan syariah mencapai Rp 1,7 triliun, tumbuh 21,48% jika dibandingkan tahun 2019. Sementara itu, pembiayaan bank umum syariah tumbuh 9,5% year on year.

Meski tumbuh, perkembangan industri keuangan syariah masih menghadapi tantangan dalam mendukung pembiayaan industri halal di Indonesia.

"Untuk meningkatkan pencapaian industri keuangan syariah, OJK melihat tantangan ke depan, Pertama, market share industri jasa keuangan syariah masih relatif kecil yaitu sebesar 9,90% dari aset industri keuangan nasional. Kedua, permodalan tebatas, di mana masih terdapat 6 bank syariah yang memiliki modal inti di bawah Rp 2 triliun dari total 14 bank umum syariah per Desember 2020. Literasi keuangan syariah juga masih sangat rendah yaitu sebesar 8,93%, jauh tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 38%,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Rabu (17/2).

Selain itu, sumber daya industri keuangan syariah juga masih terbatas. Produk dan layanan keuangan syariah belum setara dibandingkan keuangan konvensional, ditambah rendahnya research and development untuk mengembangkan produk dan layanan syariah yang lebih inovatif.

Targetkan Bank Syariah Terbesar
Saat ini, kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan kemampuan permodalan dan sumber daya yang kuat dinilai dapat menjadi momentum untuk mendorong perkembangan keuangan syariah di Indonesia. BSI yang merupakan hasil merger BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BRIsyariah mempunyai infrastruktur yang lengkap dan mempunyai cakupan produk yang lebih variatif.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, tujuan dibentuknya BSI untuk menjadi bank syariah terbesar, menjadi barometer market di Indonesia dan mempunyai daya saing global.
BSI mempunyai aset Rp 240 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 209 triliun, modal mencapai Rp 21 triliun, dan kapitalisasi pasar per 9 Februari 2021 telah mencapai Rp 117 triliun. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN