Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua OJK Wimboh Santoso. Sumber: BSTV

Ketua OJK Wimboh Santoso. Sumber: BSTV

Himbara Restrukturisasi Kredit Rp 28,7 T dari 168 Ribu Debitur

Nida Sahara, Selasa, 7 April 2020 | 14:51 WIB

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah memberikan relaksasi bagi 168.569 debitur dengan nilai restrukturisasi kredit mencapai Rp 28,7 triliun hingga 31 Maret 2020. Himbara bagian dari 56 bank umum konvensional yang telah menerapkan stimulus restrukturisasi dari Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2020.

Himbara terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Dari kuartet bank pelat merah tersebut, hingga 31 Maret 2020 BRI mencatatkan telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp 14,9 triliun dari 134.258 debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Ini semua tentunya di lapangan kami dapat komitmen dari dirut (direktur utama) bank dan nonbank termasuk leasing. Komitmen ini mereka memilih program restrukturisasi bagi nasabah yang kesulitan keuangan namun demikian harus komunikasi karena mencakup seluruh wilayah di Indonesia," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam teleconference, Selasa (7/4).

Wimboh menjelaskan, selain dari 56 bank umum konvensional yang telah mengimplementasikan POJK 11, terdapat 13 bank umum syariah, tujuh bank pembangunan daerah (BPD), 64 bank perkreditan rakyat konvensional/syariah (BPR/S), serta 110 multifinance. Dari 14 perusahaan pembiayaan, telah menerima pengajuan restrukturisasi kredit dari 11.235 debitur per 31 Maret 2020.

Stimulus tersebut berlaku bagi lembaga keuangan yakni perbankan dan perusahaan pembiayaan yang diawasi oleh OJK. Sebab, masih banyak masyarakat yang meminjam kredit dari lembaga nonkeuangan, seperti koperasi.

"Ada beberapa kejadian, ternyata pengemudi Grab pinjam ke nonlembaga keuangan seperti koperasi, kami tidak tahu, ada distorsinya, kami akan duduk bersama," jelas Wimboh.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN