Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo

Himbara Salurkan KUR Rp 188,1 Triliun pada 2020

Senin, 18 Januari 2021 | 12:42 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id - Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) atau bank BUMN pada 2020 mencapai Rp 188,11 triliun, meningkat 0,79% dari target Rp 186,6 triliun.

"Realisasi jumlah debiturnya juga lebih tinggi dari target, yakni 5,8 juta debitur. Jadi, jangkauan ini demikian luas dengan size (ukuran) yang juga besar," kata Kartika dalam webinar Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional di Jakarta, Senin (18/1).

Acara yang dipandu Direktur Pemberitan Berita Satu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu itu digelar atas kerja sama majalah Investor dengan Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, serta didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Askrindo (Persero), PT Jamkrindo (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Kartika menjelaskan, tahun ini Himbara juga telah mengajukan peningkatan plafon KUR menjadi Rp 253 triliun. Peranan Himbara dalam menyalurkan KUR akan terus ditingkatkan agar semakin menjangkau banyak masyarakat dengan nominal yang juga semakin besar.

"Hal itu akan memungkinkan UMKM memiliki akses yang lebih mudah kepada pinjaman murah dengan struktur subsidi pemerintah," tutur Tiko, sapaan akrab Kartika.

Khusus selama masa pandemi, menurut Kartika, Himbara akan fokus pada restrukturisasi kredit para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Terdapat 2,9 juta pelaku UMKM yang mengikuti program restrukturisasi dengan nilai Rp 189 triliun.

“Pemerintah memberikan subsidi bunga kepada 6,5 juta rekening KUR dan non-KUR selama pandemi Covid-19. Pemerintah terus memberikan dorongan dan keringanan kepada para pelaku UMKM. Diharapkan pascapandemi mereka bisa survive dan bertumbuh lagi,” ujar dia.

Kartika mengakui, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih kecil, yakni 14,17%, bahkan peranan dan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok global (global value chain) untuk berbagai produk internasional juga hanya 6,3%.

“Kami ingin peran UMKM Indonesia harus diperkuat, tidak hanya dalam meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB), tapi juga agar mereka masuk global value chain, sehingga mampu meningkatkan ekspor berkualitas dan menjangkau berbagai sektor di dunia,” papar dia.

Dia menegaskan, UMKM merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi sekitar 60,3% terhadap PDB. Selain itu, UMKM membentuk 99% struktur usaha nasional dan berkontribusi terhadap 97% penciptaan lapangan pekerjaan nasional.

“UMKM merupakan engine ekonomi yang sangat besar, sangat memengaruhi lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional," tandas dia.

Itu sebabnya, kata Kartika, Kementerian BUMN sangat fokus mendukung UMKM melalui berbagai effort untuk meningkatkan kapasitas akses keuangan dan akses pasar bagi mereka.

"Kami harap dukungan semua stakeholders untuk membantu agar UMKM benar-benar dapat menjalankan perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan begitu pula, kesejahteraan masyarakat akan meningkat," ucap dia.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN