Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah (kiri) dan Direktur Utama IFG Robertus Bilitea. (ist)

Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah (kiri) dan Direktur Utama IFG Robertus Bilitea. (ist)

Lampaui Target

Holding BUMN Asuransi IFG Raup Laba 2,2 Triliun

Senin, 22 Maret 2021 | 15:42 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - BUMN holding asuransi dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) membukukan laba tahun berjalan (unaudited) mencapai Rp 2,2 triliun di tahun 2020.

Selain itu, tren kinerja positif juga dicatatkan dari sejumlah sejumlah indikator keuangan lain.

IFG membukukan laba 20% di atas target yang ditetapkan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2020 sebesar Rp 1,8 triliun. Kemudian, nilai aset tercatat mencapai Rp 88 triliun atau 9% lebih tinggi dari target sebesar Rp 81 triliun.

Adapun total ekuitas senilai Rp 45,5 triliun atau 2% lebih tinggi dari target sebesar Rp 44,8 triliun.

Ditilik dari indikator rasio keuangan, EBITDA tahun 2020 sebesar Rp 2,42 triliun atau 4% melebihi target sebesar Rp 2,36 triliun. Sedangkan rasio likuiditas perusahaan (rasio lancar) di akhir 2020 sebesar 2,95 kali atau 15% lebih baik dibandingkan target sebesar 2,57%.

"Begitu juga dengan rasio yield on investment perusahaan per akhir 2020 sebesar 7% atau 75% lebih tinggi dari target RKAP 2020 yang sebesar 4%," kata Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah dalam keterangannya, Senin (22/3).

IFG berdiri sejak pemerintah menerbitkan PP No 20 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020. Beleid itu mengubah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebagai BUMN Holding Perasuransian dan Penjaminan. Kemudian, BPUI melakukan transformasi brand menjadi IFG. Tanggal 16 Maret 2021 adalah satu tahun IFG sejak menjadi holding perasuransian dan penjaminan.

Saat ini, IFG berfokus pada pembenahan tata kelola perusahaan dan anggota holding.

Menurut Rizal, IFG berkomitmen mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih baik dalam menjalankan tiga perannya, yaitu financial planning, fundraising, dan pengelolaan investasi.

“Untuk financial planning, kami memiliki peran untuk ikut serta dalam penyusunan RKAP dan cost control perusahaan anggota holding,” jelas dia.

Sementara itu, IFG turut melakukan fundraising untuk kebutuhan permodalan anak usaha melalui PMN, penerbitan obligasi melalui pasar modal, dan utang bank.

Dengan peringkat AAA dari Pefindo, IFG berpeluang menerbitkan obligasi dengan biaya yang jauh lebih rendah, sehingga terjadi penghematan biaya.

Selanjutnya dari aspek investasi, IFG sebagai holding juga melakukan monitoring pengelolaan portofolio investasi anggota holding. Dengan begitu, terjadi pengelolaan yang transparan untuk menjaga return investasi yang baik dan risikonya rendah.

Sistem pengelolaan dan monitoring investasi di IFG akan mulai ditingkatkan menuju fase digitalisasi, sehingga dapat dipantau secara realtime seiring dengan program pemerintah, yaitu transformasi digitalisasi 4.0 melalui dashboard Investasi IFG yang terintegrasi.

Dalam pengelolaan portofolio investasi ini IFG juga melibatkan anak perusahaan lain yang bergerak di bidang investasi dan capital market. Di antaranya PT Bahana TCW Investment Management dan PT Bahana Sekuritas untuk berkolaborasi membantu pengelolaan investasi anak perusahaan lainnya.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN