Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Awards Best Insurance 2019
Depan: Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ichsanuddin (Tujuh dari kiri), Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon (dua dari kiri), Ketua Departemen Kerjasama Antar Lembaga Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Rachman Notowibowo (enam dari kiri), Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak (tujuh dari kanan), I Ketut Sendra, Diah Sofiyanti (kanan), penerima Investor Award Best Insurance 2019 : Direktur Utama PT Tugu Pratama Indonesia Tbk Indra Baruna, Head of Product Tradisional and Implementation PT AIA Financial Jong Wie Siu, Direktur Utama PT BNI Life Insurance Shadiq Akasya, Direktur Pemasaran dan Syariah PT Asuransi BRI Life Anik Hidayati, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen Maryoso, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Kresna Kurniadi Sastrawinata, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha Yanes Y. Matulatuwa.
Belakang (ki-ka) Pemred Senior Beritasatu, Samuel Tahir, Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu, Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance Jens Reisch, Direktur PT Asuransi Dayin Mitra Tbk Purnama Hadiwidjaja, Direktur PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Dwi Agus Sumarsono, Direktur Utama PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur Tri Wintarto, Direktur PT Asuransi Jiwa Mandiri Inhealth Bugi Riagandhy, Vice President Brand and Communications PT Sun Life Financial Indonesia Kaiser Simanungkalit, Direktur Utama PT Capital Life Indonesia Antony Japari, Direktur Utama PT Indolife Pensiontama Andreas S. Soedjijanto, General Manager PT Asuransi Cakrawala Proteksi Santosa Adikarta, President Director PT Asuransi Reliance Indonesia Mardiana, Direktur Utama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk Pepe Arinata, Commercial Lines Division Head PT Asuransi Sinar Mas Konstantinus S. Tarung, General Manager of Agency Development PT Asuransi Jiwa Sequis Life Franky Nayoan,Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk Fanra Budiman Arief, Risk Management & Strategic Planning PT China Taiping Insurance Indonesia Amggit Prabu (kanan) saat acara Investor Awards Best Insurance 2019 di Jakarta, Kamis (18/7). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Investor Awards Best Insurance 2019 Depan: Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ichsanuddin (Tujuh dari kiri), Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon (dua dari kiri), Ketua Departemen Kerjasama Antar Lembaga Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Rachman Notowibowo (enam dari kiri), Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak (tujuh dari kanan), I Ketut Sendra, Diah Sofiyanti (kanan), penerima Investor Award Best Insurance 2019 : Direktur Utama PT Tugu Pratama Indonesia Tbk Indra Baruna, Head of Product Tradisional and Implementation PT AIA Financial Jong Wie Siu, Direktur Utama PT BNI Life Insurance Shadiq Akasya, Direktur Pemasaran dan Syariah PT Asuransi BRI Life Anik Hidayati, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen Maryoso, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Kresna Kurniadi Sastrawinata, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha Yanes Y. Matulatuwa. Belakang (ki-ka) Pemred Senior Beritasatu, Samuel Tahir, Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu, Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance Jens Reisch, Direktur PT Asuransi Dayin Mitra Tbk Purnama Hadiwidjaja, Direktur PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Dwi Agus Sumarsono, Direktur Utama PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur Tri Wintarto, Direktur PT Asuransi Jiwa Mandiri Inhealth Bugi Riagandhy, Vice President Brand and Communications PT Sun Life Financial Indonesia Kaiser Simanungkalit, Direktur Utama PT Capital Life Indonesia Antony Japari, Direktur Utama PT Indolife Pensiontama Andreas S. Soedjijanto, General Manager PT Asuransi Cakrawala Proteksi Santosa Adikarta, President Director PT Asuransi Reliance Indonesia Mardiana, Direktur Utama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk Pepe Arinata, Commercial Lines Division Head PT Asuransi Sinar Mas Konstantinus S. Tarung, General Manager of Agency Development PT Asuransi Jiwa Sequis Life Franky Nayoan,Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk Fanra Budiman Arief, Risk Management & Strategic Planning PT China Taiping Insurance Indonesia Amggit Prabu (kanan) saat acara Investor Awards Best Insurance 2019 di Jakarta, Kamis (18/7). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

IFRS 17 dan Spin Off UUS, Tantangan Industri Asuransi

Windarto, Senin, 22 Juli 2019 | 17:00 WIB

Jakarta-Penerapan International Financial Reporting Standard (IFRS) 17 atau di Indonesia diadopsi menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asuransi. Hal ini bukan saja menyangkut kerumitan yang akan dihadapi dalam mengimplementasikan laporan keuangan, juga membutuhkan SDM dan sistem yang baru. Sistem baru ini akan mengubah secara signifikan cara perhitungan dan pelaporan dalam neraca keuangan.

Wakil Presiden Direktur PT Panin Dai-Ichi Life Simon Imanto menyebutkan, setiap peruahaan portfolionya berbeda-beda, ada perusahaan besar dan ada yang kecil. Dalam mengelola operasional da penggunaan sistem, ada yang sudah canggih ada pula yang belum. Jika mau dibuat sistem yang memadai dan memenuhi syarat penerapan IFRS secara seragam, boleh jadi ada perusahaan yang membutuhkan investasi besar dan membutuhkan modal.

Di sisi lain, dalam waktu yang berdekatan dengan penerapan IFRS 17 tersebut, industri asuransi juga dihadapkan pada ketentuan untuk memisahkan (Spin off) unit usaha syariah (UUS) yang dimiliki per 2024. Hal ini untuk mengikuti amanat UU Asuransi No 40/2014. “Kalau BEP-nya dari 2024 sampai 5 tahun lagi kan nanti perlu modal, padahal di sisi lain dengan penerapan IFRS 17 atau PSAK 74 tadi perlu modal juga. Karena resources perlu penambahan baru untuk mengerti, kedua sistem, itu cost juga,” urainya kepada Investor baru-baru ini.

Menurut Simon, harga sistem untuk IFRS 17 ini belum bisa dipastikan karena masih dalam proses, vendor di internasional pun sedang menggarap itu. “Kami belum bisa menghitung karena sistem mana yang compatible dan cukup, kami perlu waktu untuk proses tadi. Sehingga kami menilai perlu waktu untuk penerapan yang lebih sistematis di Indonesia,” paparnya.

Terkait konsekuensi perubahan sistem yang diperlukan, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi mengakui menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan oleh setiap perusahaan. “Bisnis asuransi itu bisnis kepercayaan, memang harus ada investasi, harus ada yang expert-nya, termasuk kelengkapan direksi,” tuturnya.

Penerapan IFRS 17 juga disebut sebagai upaya menyeleksi keseriusan perusahaan asuransi dengan ketaatan dalam mengikuti aturan. “Itu konsekuensinya, kalau kita mau tertib menjalankan aturan berbisnis, ya ikuti aturannya. Kalau tidak bisa ya berusaha untuk mencari teman (investor) atau dimerge atau apa,” tambahnya.

Sesuai roadmap, tahun 2020 merupakan batas perusahaan asuransi untuk menyampaikan rencana kerja terkait spin off UUS. Menurut Riswinandi, pilihannya pilihannya kalau tidak ditutup ya mencari investor, atau merger dengan sesama syariah.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN