Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Diskusi Zooming with Primus bertema Peran Asuransi saat Pandemi, Selasa (12/5/2020). Sumber: BSTV

Diskusi Zooming with Primus bertema Peran Asuransi saat Pandemi, Selasa (12/5/2020). Sumber: BSTV

Industri Asuransi Beri Layanan Optimal di Tengah Pandemi

Prisma Ardianto, Rabu, 13 Mei 2020 | 18:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Meski biaya pasien Covid-19 ditanggung pemerintah, industri asuransi tetap berkomitmen memberikan pelayanan optimal, bukan hanya kepada para nasabah, tapi juga kepada masyarakat. Dalam situasi sulit ini, perusahaan-perusahaan asuransi justru ingin membuktikan bahwa mereka hadir untuk membantu masyarakat.

Di sisi lain, para pelaku industry asuransi menganggap di balik tantangan pandemi Covid-19 ada peluang pasar yang bisa dimanfaatkan karena masyarakat kini semakin sadar bahwa mereka butuh proteksi sehingga harus berasuransi.

Apalagi densitas dan penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah. Hal itu terungkap dalam Zooming with Primus di Beritasatu TV, Jakarta, Selasa (12/5).

Diskusi dwimingguan yang dipandu Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH), Primus Dorimulu dan ditayangkan secara live itu mengetengahkan sejumlah pembicara, yaitu Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianto Andi Handoko, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Peter Van Zyl, Presiden Direktur FWD Life Indonesia Anantharaman Sridharan, dan President Director PT Prudential Life Assurance Jens Reisch.

Seperti industri lainnya, industri asuransi juga terpukul pandemi corona. Hal itu tercermin pada sejumlah indikator keuangan industry asuransi nasional.

Untuk membantu industri asuransi mengatasi dampak pandemic Covid-19, OJK telah merelaksasi sejumlah aturan, di antaranya melalui Peraturan OJK (POJK) No 14/ Pojk05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical dampak Penyebaran Covid-19 bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank (LJKNB) yang diterbitkan pada 14 April lalu.

Poin penting POJK 14
Poin penting POJK 14

Dalam relaksasi aturan tersebut, perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi, perusahaan asuransi syariah, dan perusahaan reasuransi syariah memberikan perpanjangan batas waktu pembayaran premi atau kontribusi kepada pemegang polis, peserta, atau tertanggung selama empat bulan. 

Selain itu, aset berupa obligasi korporasi yang tercatat di bursa efek, sukuk/obligasi syariah yang tercatat di bursa efek, surat berharga negara (SBN), dan surat berharga syariah Negara (SBSN) dapat dinilai berdasarkan nilai perolehan yang diamortisasi. (az)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN