Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fungsional Perencana Madya Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Wiyarso Suwarsono (tengah bawah), Presiden Director  Axa Finacial Indonesia Niharika Yadav (kiri atas), Head of Sales AXA Mandiri Galila Maharipah (kiri bawah), Inspirator Esra Manurung (kanan bawah), Influencer Ariana Octavia (kanan atas) dan presenter BeritaSatu TV Ellyza Hasan saat webinar Wanita Tangguh dan Mandiri Secara Finansial, Jumat (16/4/2021). Webinar ini merupakan kerjasama antara BeritaSatu Media Holdings dengan AXA Mandiri dan AXA. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fungsional Perencana Madya Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Wiyarso Suwarsono (tengah bawah), Presiden Director Axa Finacial Indonesia Niharika Yadav (kiri atas), Head of Sales AXA Mandiri Galila Maharipah (kiri bawah), Inspirator Esra Manurung (kanan bawah), Influencer Ariana Octavia (kanan atas) dan presenter BeritaSatu TV Ellyza Hasan saat webinar Wanita Tangguh dan Mandiri Secara Finansial, Jumat (16/4/2021). Webinar ini merupakan kerjasama antara BeritaSatu Media Holdings dengan AXA Mandiri dan AXA. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Inklusi Keuangan Perempuan Indonesia 75%

Sabtu, 17 April 2021 | 22:21 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Ester Nuky (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.idPresident Director of AXA Financial Indonesia, Global Sponsor D&I of AXA Indonesia Niharika Yadav  menyebut, selain literasi keuangan perempuan di Indonesia hanya sebesar 36%, inklusi keuangan juga masih 75%.

“Nah, dengan meningkatkan literasi keuangan, memungkinkan perempuan Indonesia untuk bisa berdiri sendiri. Indonesia merupakan pasar yang sangat kuat, namun tingkat literasi masih rendah dibanding negara lain. Inklusi keuangan juga masih 75%, sehingga perlu didorong kesetaraan gender dan masuk strategi pembangunan nasional untuk memastikan Indonesia maju,” kata Niharika dalam webinar “Wanita Tangguh dan Mandiri Secara Finansial”, Jumat 16 April 2021.

Webinar ini diselenggarakan oleh AXA Mandiri dan AXA, bekerja sama dengan BeritaSatu Media Holdings. Hadir pula dalam webinar tersebut adalah Country CEO AXA Indonesia, Komisaris PT AXA Mandiri Financial Services, dan Presiden Komisaris PT Mandiri AXA General Insurance Julien Steimer; Kepala Bidang Kesetaraan Gender dalam Politik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wiyarso Suwarsono; Head of Sales AXA Mandiri Galila Maharipah; influencer Ariana Octavia; serta survivor Esra Manurung.

Sementara itu, lanjut dia, di masa pandemi, faktor ekonomi menjadi krusial dalam hal alasan terjadinya kekerasan rumah tangga. Itulah sebabnya, pada 2020, kekerasan dalam rumah tangga tinggi dan mayoritas perempuan sebagai korban.

Empoerment program 2021 AXA Mandiri
Empoerment program 2021 AXA Mandiri

“Kita lihat kekerasan rumah tangga meningkat di 2020, oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya kepada perempuan Indonesia. Saya pun percaya kita tidak bisa hanya memberdayakan wanita dalam satu webinar, akan ada rangkaian webinar lainnya,” ujar dia.

Menurut dia, setiap orang memiliki hak untuk memenuhi impiannya dalam menjalani hidup. Langkah yang sangat penting pula untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan dan pencegahan kekerasan.

“Dalam Program Aman untuk Semua, sasarannya antara lain adalah memberdayakan perempuan agar memiliki keyakinan diri bahwa mereka bisa keluar dari belenggu kekerasan dalam rumah tangga. Ini merupakan inti programnya,” papar dia.

Industri Asuransi Tumbuh

Literasi keuangan dan inkulsi perempuan Indonesia
Literasi keuangan dan inkulsi perempuan Indonesia

Pada kesempatan terpisah, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keungan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch Ihsanuddin mengatakan sebelumnya, industri asuransi di Tanah Air masih tumbuh. Pendapatan premi asuransi komersial per Februari 2021 tumbuh 14,30% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 53,20 triliun.

Lonjakan premi utamanya disokong kontribusi dari asuransi jiwa, sementara premi asuransi umum tumbuh tipis.

“Pada Februari 2021 masih ada growth (premi) yang cukup baik di industri asuransi jiwa, meski diterpa isu cukup banyak akhir-akhir ini. Berdasarkan data OJK, pendapatan premi asuransi komersial per Februari 2021 bertambah sebesar Rp 6,66 triliun atau tumbuh 14,30% (yoy). Premi pada Februari 2020 sebesar Rp 46,54 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 53,20 triliun di Februari 2021. Ini menunjukkan kebutuhan dari sisi perlindungan,” kata dia.

Perusahaan asuransi jiwa menjadi kontributor pendapatan premi terbesar, dengan porsi sebesar 65,06% dari total premi komersial atau senilai Rp 34,61 triliun. Per Februari 2021, premi asuransi jiwa tumbuh 23,21% (yoy) atau bertambah Rp 6,25 triliun. Pada saat yang sama, premi asuransi umum tercatat mencapai Rp 18,59 triliun atau berkontribusi sebesar 34,94% dari total premi komersial. Premi asuransi umum dan reasuransi itu bertambah Rp 0,14 triliun, atau hanya tumbuh 0,74% (yoy).

Industri Asuransi Jiwa menjaga dan melaksanakan komitmen kepada nasabah
Industri Asuransi Jiwa menjaga dan melaksanakan komitmen kepada nasabah

Di sisi lain, klaim asuransi komersial tercatat mengalami penurunan senilai Rp 0,77 triliun atau lebih rendah 2,35% (yoy). Total klaim per Februari 2021 tercatat sebesar Rp 31,81 triliun, lebih rendah dibandingkan total klaim Rp 32,64 triliun per Februari 2020. Sama halnya dengan premi, klaim asuransi jiwa menjadi kontributor utama yakni 81,24% dari total klaim asuransi komersial atau senilai Rp 25,90 triliun. Klaim per Februari 2021 itu bertambah Rp 0,62 triliun atau meningkat 2,43% (yoy).

Sedangkan klaim di asuransi umum dan reasuransi turun Rp 1,38 triliun atau sebesar 18,82% (yoy), menjadi Rp 5,97 triliun. Klaim asuransi umum dan reasuransi berkontribusi 18,76% terhadap total klaim asuransi komersial. Sementara itu, lanjut Ihsanuddin, penetrasi asuransi di Tanah Air masih rendah. Asuransi komersial baru mencatatkan penetrasi sebesar 3,03%, meski sudah naik dibandingkan tahun 2018 sebesar 2,76%, tahun 2019 sebesar 2,90%, dan tahun 2020 sebesar 2,92%.

“Bandingkan dengan Singapura, sudah sekitar 7%. Yang termasuk tinggi di Hong Kong sama Taiwan, Amerika masih sekitar 11%, Jepang sekitar 9%. Rata-rata dunia penetrasi sekitar 7,2%, artinya Indonesia masih ketinggalan jauh sekali,” kata Ihsanuddin.

Overview perusahaan asuransi per Februari 2021: Pendapatan premi asuransi
Overview perusahaan asuransi per Februari 2021: Pendapatan premi asuransi

Dia menambahkan, densitas asuransi per Februari 2021 sebesar Rp 1,73 juta per tahun, atau sekitar Rp 144 ribu per bulan. Penetrasi dan densitas yang relatif rendah itu menjadi peluang tersendiri bagi para pemain asuransi untuk memaksimalkan potensi bisnisnya. Peluang pertumbuhan di Indonesia masih besar.

Survivor

Wiyarso menilai, perempuan bisa secara mandiri finansial. Hal ini bisa memperbaiki nasib perempuan. “Perempuan yang tidak berani bicara setelah mendapat tindakan kekerasan juga didasari oleh budaya patriarki yang masih kental di Indonesia. Tapi kami tidak putus asa, kami melakukan pendekatan ke berbagai pihak, kementerian, lembaga, dan tokoh agama,” kata Wiyarso.

Sedangkan Esra Manurung yang merupakan survivor mengakui bahwa masa lalunya cukup kelam, mulai dari lahir dari keluarga kurang beruntung, lalu pernah mengalami pelecehan seksual hingga hampir melakukan bunuh diri. Namun, lanjut Esra, manusia bisa membuat keputusan setelah lahir.

“Walau tidak beruntung, saya dulu dikenal miskin, tapi sekarang tidak miskin lagi. Ada empat hal yang bisa mengubah orang, pertama buku, kedua event edukasi, ketiga momen, dan keempat mentor,” ucap Esra.

Overview perusahaan asuransi per Februari 2021: Aset asuransi
Overview perusahaan asuransi per Februari 2021: Aset asuransi

Untuk bisa mengubah jalan hidup, mesti dilakukan atas kemauan sendiri. Terdapat tiga pertemuan yang membuatnya bangkit dari masa lalu, yaitu pertemuan dengan Tuhan, pertemuan dengan jodoh, dan pertemuan dengan bisnis yang cocok.

“Pertemuan dengan Tuhan melalui saya baca kitab suci Alkitab karena saya Kristiani, itu inspirasi saya. Kemudian jodoh, saya dipertemukan dengan teman, kita sama-sama miskin dulunya tapi cinta sejati masih ada. Lalu pertemuan dengan bisnis, saya bangun agency keuangan dan sekarang saya banyak urus yayasan,” urai dia.

Sedangkan Ariana Octavia mengatakan, ia memulai perjalanan sebagai wanita karier dan juga pernah bekerja di AXA, sebelum memutuskan berhenti karena anak masuk sekolah. Ia kemudian menjadi content creator dan kini dikenal sebagai influencer.

“Karena terbiasa tidak bisa diam di rumah, saya cari apa yang bisa dilakukan. Kita mau share apa di sosial media, tidak usah mikir orang tidak suka, kalau pikir dulu kelamaan dan tidak bakal jalan,” ujar Ariana. (pri)

Baca juga

https://investor.id/finance/perempuan-harus-tingkatkan-literasi-keuangan-agar-mandiri

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN