Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. (ist)

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. (ist)

APLIKASI NEO + DIUNDUH LIMA JUTA LEBIH

Jadi Bank Digital, BNC Agresif Kucurkan Investasi

Senin, 30 Agustus 2021 | 16:41 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) agresif mengucurkan investasi, setelah melakukan soft launching aplikasi bank digital Maret 2021 bernama neo+. Per Agustus, aplikasi itu telah diunduh 5 juta kali.

Semester I, BNC menyalurkan kredit sebesar Rp 3,8 triliun, naik 30% lebih dibandingkan Juni 2020 Rp 2,9 triliun. Peningkatan ini tentunya berimbas pada kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 42% menjadi Rp136 pada periode itu. Aset emiten berkode saham BBYB ini naik 75% menjadi Rp 7 triliun. Hal ini dimotori pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BNC sebesar 70% menjadi Rp 5,1 triliun. Hal ini membuktikan bahwa BNC semakin dipercaya oleh masyarakat.

Seiring dengan makin lajunya proses tranformasi BNC menjadi bank digital pada 2021, investasi dan pos-pos biaya tertentu meningkat. Investasi dalam teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia dan juga biaya promosi serta akuisisi nasabah baru (user acquistion cost) menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

Perlu dicatat, kenaikan tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat aplikasi digital BNC bernama neo+, sekarang ini telah diunduh sebanyak lebih dari lima juta di Google Play Store dan satu juta unduhan di Apple Store per Agustus 2021. BNC mencatat pertumbuhan nasabah baru dari digital (new digital user growth) yang signifikan selama beberapa bulan sejak diluncurkan pada Maret 2021.

Fenomena tersebut disebabkan oleh minat masyarakat yang mulai tinggi akan bank digital dan tentunya juga besarnya animo nasabah baru akan produk dan layanan perbankan yang ditawarkan BNC. Besaran beban operasional BNC pada paruh pertama 2021 meningkat sangat signifikan, yaitu dari Rp 76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp 268 miliar per Juni 2021. Hal tersebut berkontribusi terhadap rugi sebelum pajak Rp 132 miliar.

Di sisi rasio keuangan, per Juni tahun ini rasio kredit bermasalah terhadap total kredit (nonperforming loan/NPL) bank naik menjadi 3,42% dari posisi Juni 2020 sebesar 2,75%. Rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 74,46% turun dari posisi 97,94% pada Juni 2020 lalu.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, mengatakan, penurunan laba bersih lebih banyak disebabkan karena transformasi untuk menjadi bank digital. Perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi di sisi teknologi, pengembangan sumber daya, dan juga pengembangan aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk biaya promosi

Salah satu faktor yang menjadi penggerak utama peningkatan biaya operasional, kata dia, adalah sejak satu tahun terakhir, setelah resmi mengumumkan transformasi menjadi bank digital, BNC aktif melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus BNC bangun secara serius.

“Sejak awal tahun 2021, kami juga sangat serius membangun kultur perusahaan yang kredibel, luwes, dan nyaman. Dengan semangat Banking, Above and Beyond, kami ingin membangun bank digital yang lebih dari sekadar bank, tapi lebih dari itu yang tercermin melalui layanan dan produk perbankan kami yang inovatif.” ungkap Tjandra.

Faktor lainnya, kata Tjandra, dalam pengembangan menjadi bank digital, dan sejalan dengan nilai inti dari perusahaan melalui nilai ‘Always Neo’, BNC harus membekali diri dengan talenta-talenta baru yang sesuai dengan kebutuhan perseroan yang ahli di bidangnya.

“Semester I, salah satu fokus kami adalah merekrut talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan perseroan. Kami mengubah mindset kami yang sebelumnya bank konvensional selama puluhan tahun, menjadi bank digital yang luwes, adaptif, dan inovatif, dan hal tersebut harus tercermin melalui sumber daya manusia yang kami miliki,” jelas Tjandra.

BNC mencatat pertumbuhan signifikan di semester I 2021 yang ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan yang ditawarkan BNC. “Kami bersyukur, kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan kami meningkat pesat, hingga kini sudah lebih dari enam juta pengguna yang sudah merasakan layanan bank digital yang kami tawarkan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang kami lakukan, utamanya melalui berbagai kampanye promosi dan edukasi akan bank digital,” tambah Tjandra.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN