Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kerabat keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menunggu dan menyaksikan proses pencarian di Dermaga 2 JICT, Jakarta. Hingga Senin (11/1) sore Tim SAR gabungan telah berhasil membawa 14 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kerabat keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menunggu dan menyaksikan proses pencarian di Dermaga 2 JICT, Jakarta. Hingga Senin (11/1) sore Tim SAR gabungan telah berhasil membawa 14 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban. Foto: SP/Joanito De Saojoao

KECELAJAAN SJ-182

Jasa Raharja Siap Bayar Potensi Santunan Rp 3,1 Miliar

Kamis, 14 Januari 2021 | 04:37 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Jasa Raharja siap membayar santunan seluruh penumpang atau kru korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Perseroan memperkirakan potensi santunan sebesar Rp 3,1 miliar atas 62 korban kecelakaan.

Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding menyampaikan, santunan dari Jasa Raharja untuk korban kecelakaan pesawat SJ-182 bersifat perlindungan dasar. Setiap ahli waris dari korban meninggal akan mendapat santunan sebesar Rp 50 juta.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 15/2017 tentang Besar Santunan Dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara. Amos menyatakan, ketentuan itu juga sebagai bentuk simpati negara atas korban kecelakaan angkutan umum.

Kerabat keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menunggu dan menyaksikan proses pencarian di Dermaga 2 JICT, Jakarta. Hingga Senin (11/1) sore Tim SAR gabungan telah berhasil membawa 14 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Kerabat keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menunggu dan menyaksikan proses pencarian di Dermaga 2 JICT, Jakarta. Hingga Senin (11/1) sore Tim SAR gabungan telah berhasil membawa 14 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban. Foto: SP/Joanito De Saojoao

"Kalau semua korban memiliki ahli waris, santunan sebesar Rp 50 juta tinggal dikali saja 62 korban. Potensi total santunan sebesar Rp 3,1 miliar," kata Amos ketika dihubungi Investor Daily, Rabu (13/1).

Dia mengatakan, menghitung potensi total santunan atas kecelakaan pesawat SJ-182 juga mesti melihat bahwa korban memiliki ahli waris. Tanpa adanya ahli waris, korban kecelakaan tidak akan mendapat santunan dari Jasa Raharja.

Amos memaparkan, santunan akan diberikan kepada ahli waris janda atau duda sah dari korban. Kalau tidak ada, diberikan kepada ahli waris yakni anak korban. Kalau pun masih tidak ada, maka akan diberikan kepada orang tua korban. Merekalah yang akan mendapat hak santunan sebesar Rp 50 juta untuk setiap korban kecelakaan.

"Jika tidak ahli waris dari sejumlah pihak itu, maka tidak ada santunan sebesar Rp 50 juta. Tetapi bagi yang tidak dapat dan setelah berhasil dilakukan identifikasi, kolega korban diberikan biaya penguburan sebesar Rp 4 juta," kata dia.

Amos menuturkan, pihaknya tidak terburu-buru untuk memberikan santunan kepada pihak yang layak mendapatkan haknya. Pendekatan awal yang dilakukan Jasa Raharja adalah menunjukan rasa empati dan prihatin atas musibah yang terjadi. Lagipula, pemberian santunan juga menunggu proses identifikasi korban.

"JR siap segera memberikan santunan. Biasanya setiap jam 05.00 WIB sore itu ada pengumuman korban yang sudah diidentifikasi. Ketika sudah ada pengumuman itu, tim kami segera bergerak untuk memastikan ke pihak ahli waris. Semoga semua korban memiliki ahli waris," kata dia.

Dia mengungkapkan, santunan akan diberikan keesokan hari setelah adanya pengumuman identifikasi korban. Misalnya pada Selasa, 12 Januari 2021, Tim DVI Mabes Polri Kembali mengumumkan telah berhasil melakukan identifikasi kepada tiga penumpang yang menjadi korban kecelakaan jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Diantaranya adalah Fadli Satrianto (Jawa Timur),  Khasanah (Kalimantan Barat), dan Asy Habul Yamin (Kalimantan Barat).

Menindaklanjuti hal tersebut Jasa Raharja melakukan langkah pendataan dan kunjungan kepada keluarga korban untuk memperoleh informasi ahli waris korban sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada Rabu, 13 Januari 2021, Jasa Raharja telah menyelesaikan santunan kepada ketiga korban tersebut melalui mekanisme transfer atau overbooking kepada ahli waris.

Adapun total sampai 13 Januari 2021, sudah empat korban kecelakaan pesawat SJ-182 yang telah teridentifikasi. Keempat ahli waris dari korban dipastikan telah mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

"Seluruh komisaris, direksi, dan insan Jasa Raharja turut prihatin atas musibah kecelakaan pesawat SJ-182. Kepada keluarga korban kami doa-kan semoga tabah atas kenyataan ini," tandas Amos.

Seperti yang diketahui, Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB. Pesawat itu mengangkut 62 orang, diantaranya 50 orang penumpang dan 12 orang kru.

Pesawat dengan jenis Boeing 737-500 tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.36 WIB. Menteri Perhubungan Budi Karya memastikan bahwa pesawat telah jatuh diantara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN