Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo  memberikan sambuatn saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang, Senin (25/1/2021). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo memberikan sambuatn saat peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang, Senin (25/1/2021). Sumber: BSTV

Jokowi: Bank Syariah Indonesia Beroperasi Februari

Senin, 25 Januari 2021 | 11:53 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Bank Syariah Indonesia (BSI) akan beroperasi pada Februari tahun ini. BSI lahir dari proses merger yang melibatkan PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

“Kita memperkuat industri keuangan syariah dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia. Kita sudah targetkan nanti, Insya Allah di bulan Februari ini sudah bisa diselesaikan,” kata Presiden Jokowi pada peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian Brand Ekonomi Syariah di Istana Negara Jakarta, Senin (25/1).

Pada acara peluncuran itu, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan yang yang hadir secara virtual di antaranya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Ketua Badan Wakaf Indonesia Muhammad Nuh, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, para gubernur di seluruh Indonesia, dan para sejumlah tokoh masyarakat maupun tokoh agama.

Presiden Jokowi mengatakan, selain membentuk BSI, pemerintah juga mengembangkan Bank Wakaf Mikro di berbagai tempat dan memperkuat lembaga zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat. “Ekonomi syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,” katanya.

Menurut Jokowi, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya dijalankan oleh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, tapi juga negara-negara lain, seperti Jepang, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat. “Kita harus menangkap peluang ini dengan mendorong percepatan, mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Kita harus mempersiapkan diri sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global,”katanya.

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah, karena indeks literasi ekonomi syariah Indonesia masih rendah 16,2%. Tugas lainnya yang harus dituntaskan adalah menata rantai nilai halal pada sektor riil yang mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk pengembangan ekonomi kreatif. “Ini masih rendah. Masih banyak ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, masih banyak peluang untuk dapat dioptimalkan,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga menyambut baik peresmian brand ekonomi syariah yang dinilainya penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. “Ini sangat penting untuk meningkatkan awareness masyarakat, sebagai dukungan atas seluruh kegiatan ekonomi syariah Indonesia dan menyatukan gerakan meningkatkan nilai tambah ekonomi syariah di negara kita Indonesia,” kata Presiden.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN