Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo OJK - 2

Logo OJK - 2

STABILITAS KEUANGAN TERJAGA

Juli, Kredit Perbankan Tumbuh 9,58%

Kamis, 29 Agustus 2019 | 07:48 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Juli 2019 tumbuh 9,58% (year on year/yoy). Sementara itu, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan Juli 2019 dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan ekonomi global dan peningkatan tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Anto Prabowo mengungkapkan, sektor jasa keuangan domestik terpantau resilient dengan pertumbuhan intermediasi yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang manageable.

Tingkat inflasi yang berada di bawah target, penurunan volume perdagangan global yang disertai dengan performa manufaktur yang menurun, mengkonfirmasi perlambatan ekonomi global. Menyikapi hal tersebut, negara advanced economies maupun emerging market mengambil kebijakan yang lebih akomodatif dan diprediksi masih akan berlanjut sampai akhir tahun ini.

Di sisi lain, tensi perang dagang AS-Tiongkok yang semakin meningkat turut pula mendorong meningkatnya volatilitas dan tekanan di pasar keuangan global. "Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tercatat tumbuh positif di bulan Juli 2019. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan sebesar 9,58% (yoy), dengan kredit investasi yang masih tetap tumbuh double digit di level 13,75% (yoy)," jelas Anto dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Rabu (28/8).

Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan walaupun masih mengalami moderasi tetap tumbuh di level 3,8% (yoy). Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan dalam tren meningkat dan tumbuh sebesar 8,04% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan giro yang mencapai 9,68% (yoy).

"Sepanjang Januari sampai dengan Juli 2019, asuransi jiwa dan asuransi umum atau reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp 104,25 triliun dan Rp 58,87 triliun," tutur dia.

Di sisi lain, sampai dengan 26 Agustus 2019 penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 120,8 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 113,8 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 30 perusahaan dengan pipeline penawaran sebesar 34 emiten dengan total penawaran sebesar Rp 22,51 triliun.

OJK juga menilai lembaga jasa keuangan mampu menjaga profil risiko pada level yang manageable. Risiko kredit perbankan berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,55% dan NPL net 1,16%. Sementara itu, rasio non performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan sedikit turun ke level 2,74%, NPF net 0,53%.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN