Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan.

Juni, 86 Penyelenggara IKD Tercatat di OJK

Minggu, 2 Agustus 2020 | 22:01 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Sampai Juni 2020, terdapat sebanyak 86 penyelenggara inovasi keuangan digital (IKD) yang memiliki status tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun saat ini mekanisme pengujian (regulatory sandbox) IKD sedang dalam proses pembahasan untuk masuk pada batch ketujuh.

Jumlah IKD tercatat itu ditetapkan OJK melalui Grup Inovasi Keuangan Digital (GIKD). Dengan begitu, sejumlah penyelenggara dengan model bisnis tertentu tersebut diperbolehkan beroperasi dan bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan (LJK) lain.

Kepala GIKD OJK Triyono Gani menyampaikan, bahwa POJK Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan mengatur tiga lapis perizinan bagi IKD. Yakni tercatat, terdaftar, dan berizin. Sebelum penyelenggara IKD mengantongi status tercatat, OJK melakukan proses penelitian dan pendalaman terhadap modal bisnisnya melalui mekanisme regulatory sandbox.

"Regulatory sandbox adalah proses review apakah diberikan rekomendasi untuk naik status menjadi terdaftar atau tidak? Jadi dalam regulatory sandbox ada kemungkinan IKD tidak lulus. Apabila IKD tidak lulus maka harus menutup usaha dan menyelesaikan transaksi dengan nasabah," kata dia kepada Investor Daily, Minggu (2/8).

Apabila proses penelitian telah selesai, penyelenggara IKD dimungkinkan untuk melanjutkan ke proses pendaftaran dan perizinan yang akan diatur kemudian. Triyono mengungkapkan, regulatory sandbox berlanjut memasuki proses batch ketujuh yang masih dalam proses pembahasan. Sampai Juni 2020, terdapat 16 kluster atau model bisnis yang telah ditemukan pada regulatory sandbox.

Dari 86 IKD tercatat sebanyak 35 penyelenggara masuk dalam klaster aggregator. Jumlah itu termasuk penambahan 2 penyelenggara pada 26 Juni 2020 dengan nama platform Neo dan Pasar KTA. OJK menjelaskan, bahwa aggregator merupakan situs web atau aplikasi yang membantu nasabah untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan dengan menghimpun informasi, menyaring dan memperbandingkan produk dan layanan antar LJK secara digital.  

Dengan begitu, konsumen dapat menggunakan layanan aggregator untuk mengetahui informasi mengenai produk-produk LJK. Misalnya KPR, kartu kredit, jenis-jenis tabungan, produk asuransi, dan produk pembiayaan lainnya.

Kluster lainnya yakni mengusung model bisnis credit scoring. Per Juni, terdapat sebanyak 13 IKD tercatat di OJK, termasuk penambahan satu penyelenggara pada 26 Juni 2020 bernama Aiskor. IKD dengan kluster credit scoring mengolah data selain data kredit ataupun turunannya menggunakan algoritma tertentu melalui teknologi informasi. Kemudian, menghasilkan nilai atau huruf yang menunjukan assessment kelayakan seseorang menerima layanan di Bidang Jasa Keuangan.

Kemudian, terdapat tujuh IKD dengan skema financial planner. Model bisnis pada kluster itu membantu individu dalam merencanakan keuangan, memberikan advise terkait pilihan produk investasi yang ditawarkan oleh LJK yang terdaftar dan/atau berizin dan diawasi OJK. Hal itu dijalankan sesuai profil risiko masing-masing individu untuk tercapainya sebuah tujuan tertentu.

Selain itu, model bisnis IKD berupa financing agent dan project financing terdapat masing-masing lima penyelenggara. Sedangkan IKD pada kluster E-KYC dan verification non-CDD terdapat masing-masing empat penyelenggara. Lalu ada tiga penyelenggara IKD pada klaster tax and accounting.

Selain itu, dua penyelenggara pada klaster Insurtech dan property investment management. Serta masing-masing satu penyelenggara IKD pada model bisnis blockchain-based, claim service handling, funding agent, insurance broker marketplace, online distress solution, dan RegTech.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN