Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi aplikasi perbankan. (ist)

Ilustrasi aplikasi perbankan. (ist)

Kebutuhan dan Penyaluran Pembiayaan Kuartal I-2021 Diperkirakan Meningkat

Senin, 18 Januari 2021 | 12:40 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat pada kuartal I-2021, terutama untuk mendukung aktivitas operasional. Ini terbaca dari saldo bersih tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada tiga bulan mendatang yang sebesar 17,1%.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama terjadi pada sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.

“Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut direncanakan sebagian menggunakan kredit bank, sedangkan sebagian lainnya akan dipenuhi dari dana sendiri (laba ditahan),” ujar Erwin dalam siaran pers terkait hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Desember 2020, yang diterima Investor Daily, Senin (18/1).

Sedangkan penambahan pembiayaan yang dilakukan oleh rumah tangga pada tiga dan enam bulan mendatang, lanjut dia, diindikasikan masih terbatas. “Kebutuhan pembiayaan oleh rumah tangga yang masih terbatas tersebut terutama akan diajukan kepada bank umum, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa kredit multi guna (KMG),” papar Erwin.

Dari sisi penawaran perbankan, kata dia, penyaluran kredit baru diperkirakan akan mulai meningkat pada awal 2021. Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru Januari 2021 sebesar 53,1%. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan dengan SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 yang sebesar 42,8%.

“Berdasarkan kelompok bank, peningkatan diperkirakan terjadi pada bank umum syariah dan bank umum, sementara berdasarkan jenis penggunaan peningkatan tertinggi terjadi pada KMK dan KPR,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN