Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Asabri

Logo Asabri

Kerugian Negara Akibat Kasus PT ASABRI Rp 22,78 Triliun

Senin, 31 Mei 2021 | 14:30 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) menyimpulkan, total kerugian negara yang diakibatkan oleh penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Persero mencapai Rp 22,78 triliun. Penyimpangan itu dilakukan pihak-pihak terkait dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana.

“Nilai kerugian negara yang timbul sebagai akibat adanya penyimpangan atau perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi ASABRI selama tahun 2012 sampai dengan 2019 adalah sebesar Rp 22,78 triliun,” ungkap Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam konferensi pers bersama Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (31/5).

Penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara pada PT ASABRI yang merupakan nilai dana investasi yang ditempatkan pada saham dan reksa dana secara tidak sesuai ketentuan, dan belum kembali sampai dengan 31 Maret 2021.

BPK telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif tentang Penghitungan Kerugian Negara atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT ASABRI (Persero) periode Tahun 2012 sampai dengan 2019 kepada Kejaksaan Agung RI pada 27 Mei 2021 pukul 13.00 WIB.

Dalam siaran persnya BPK menyebutkan, pemeriksaan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan BPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh instansi penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung.

Selain itu, pemeriksaan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti permintaan penghitungan kerugian negara yang disampaikan Kejaksaan Agung kepada BPK pada 15 Januari 2021.

“BPK mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Agung, OJK, Bursa Efek Indonesia, dan Industri Keuangan serta pihak-pihak lain yang telah membantu BPK dalam pelaksanaan pemeriksaan ini,” pungkas Agung Firman.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN