Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Dewan Komisioner/ Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi. FOTO: UTHAN A RACHIM

Anggota Dewan Komisioner/ Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi. FOTO: UTHAN A RACHIM

INSURANCE DAY KE-15

Kesadaran Masyarakat Berasuransi Meningkat

Senin, 19 Oktober 2020 | 09:51 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Kepada Eksekutif Pengawas IKNB/Dewan Komisioner OJK, Riswinandi mengatakan, pandemi membuka pandangan masyarakat tentang pentingnya berasuransi. Produk asuransi jiwa menjadi salah satu produk jasa keuangan yang banyak dibeli masyarakat pada periode adaptasi kebiasaan baru. Misalnya pada asuransi kesehatan yang kini menjadi lini usaha yang mampu bertumbuh.

Awareness yang tinggi terhadap risiko kesehatan itu tercermin pada data pendapatan premi lini usaha asuransi kesehatan. Akumulasi pendapatan premi dari lini usaha asuransi kesehatan masih mengalami peningkatan 13,2% (yoy) pada periode Agustus 2019 ke periode Agustus 2020,” ucap dia.

Riswinandi menjelaskan, kondisi pandemi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pelaku industri asuransi untuk beradaptasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi, guna mendukung proses bisnis perusahaan, baik dalam menjangkau nasabah baru maupun nasabah existing perusahaan.

Adaptasi pemanfaatan teknologi sangat penting untuk tetap bertahan sekaligus mengantisipasi tren perilaku konsumen pada masa mendatang.

Namun, kata Riswinandi, pemasaran produk asuransi harus dilakukan dengan perhitungan yang matang dan didukung prinsip kehati-hatian. Artinya, perusahaan asuransi mesti mengelola manajemen risiko sebagai langkah mitigasi terhadap risiko yang mungkin timbul dan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

Dia menuturkan, dalam konteks pengelolaan risiko, perusahan asuransi perlu mengambil pelajaran berharga dari kasus- kasus yang sering terjadi pada industri asuransi nasional. Salah satu mitigasi risiko yang perlu dilakukan secara optimal adalah proses pemasaran yang dikaitkan dengan platform digital, mengingat Indonesia masih dihadapkan pada tingkat literasi keuangan yang relatif rendah.

“Saat ini OJK, khususnya IKNB, sedang mempersiapkan dan merampungkan peraturan atau rancangan peraturan (POJK) terkait manajemen risiko teknologi informasi. Ini diharapkan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tutur dia.

Kantor OJK/David Gita Rosa
Kantor OJK/David Gita Rosa

Riswinandi mengemukakan, OJK terus mengingatkan pentingnya peranan manajemen risiko untuk mitigasi penggunaan teknologi informasi dalam kontestasi bisnis perusahaan asuransi. Penggunaan jaringan internet pribadi para karyawan, misalnya, dapat meningkatkan risiko terkait data perusahaan, termasuk dana para nasabah.

Oleh karena itu, OJK pun mendorong para pelaku industri untuk secara cermat mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola segala risiko yang mungkin timbul dari pemanfaatan teknologi informasi.

Riswinandi menambahkan, sebagai bagian dari sistem perekonomian global, industri asuransi ikut terdampak pandemic Covid-19 karena beroperasi di bawah kapasitas normal. Terbaru, sampai Agustus 2020, pertumbuhan akumulasi premi komersial tercatat minus 6,1% (yoy). Dampak signifikan dari pandemi itu diperkirakan berlangsung hingga atau melampaui semester II-2020. (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN