Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pembukaan dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10). foto: Investor Daily/Nida Sahara

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pembukaan dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10). foto: Investor Daily/Nida Sahara

Ketua OJK: Ada 2.100 Startup di Indonesia Saat Ini

Senin, 11 Oktober 2021 | 10:27 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masa pandemi Covid-19 memiliki momentum besar hadirnya transformasi digital, baik pada kehidupan sehari-hari dan juga kegiatan bisnis. Untuk itu, OJK melakukan akselerasi transformasi digital sektor jasa keuangan memanfaatkan potensi untuk tumbuh luar biasa, tercermin dari jumlah perusahaan rintisan (startup) hingga saat ini mencapai 2.100 startup.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, kehadiran teknologi seluruh aspek kehidupan tidak punya batasan ruang dan waktu dalam deliver produk dan layanan, sehingga semua produk bisa diakses dan dibeli di mana saja dan kapan saja tanpa batasan ruang dan waktu. Sehingga muncul produk digital yang kita sebut startup, bukan hanya financial technology, tapi juga teknologi pada bidang lainnya.

"Hingga saat ini terdapat 2.100 startup, sampai September 2021 ada 7 unicorn dan 2 decacorn yang merambah pasar ASEAN," ungkap Wimboh dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10).

Menurut Wimboh, tumbuhnya inovasi digital tidak lepas dari dukungan otoritas, bukan hanya OJK tapi juga dari seluruh pemangku kepentingan.

"Dengan prinsip light touch and safe harbor, bukan kebijakan membatasi, tapi mendorong, ini sangat mendukung hadirnya digital ini karena masyarakat mendapatkan manfaat. Di sektor jasa keuangan, OJK berperan strategis mendorong perkembangan ekosistem terintegrasi," urai dia.

OJK mendorong industri jasa keuangan di Indonesia untuk terus selalu relevan dari masa ke masa dan responsif dengan perkembangan teknologi, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat untuk menciptakan tenaga kerja, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan membawa lapisan masyarakat kepada layanan keuangan atau inklusi keuangan.

Oleh karena itu, OJK juga bekerja sama dengan regulator negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan juga Filipina, agar gerak dan langkahnya sama sehingga tidak ada regulatory arbitrage.

"Kami juga dapat dukungan dari World Bank untuk kebijakan ini agar relevan dan sejalan dengan global," imbuh Wimboh.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN