Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional - Temu Stakeholders di Bali yang juga disiarkan secara virtual, Jumat, 9 April 2021.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional - Temu Stakeholders di Bali yang juga disiarkan secara virtual, Jumat, 9 April 2021.

Ketua OJK: Banyak ASN Minta Restrukturisasi Kredit

Sabtu, 10 April 2021 | 08:26 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajukan permintaan restrukturisasi kredit di perbankan. Hal ini menurutnya tidak sesuai karena ASN selama ini masih mendapatkan gaji rutin setiap bulan.

“Banyak ASN ramai-ramai kirim surat untuk restrukturisasi (kredit), ini kan juga tidak pada tempatnya. Itu sudah kita tekel dan kasus-kasus begitu di beberapa daerah sudah mengerti, pemerintah daerahnya sudah mengerti,” kata Wimboh Santoso dalam acara “Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional - Temu Stakeholders” di Bali yang juga disiarkan secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Wimboh mencontohkan soal kredit kendaraan bermotor. Bila ini termasuk kredit konsumsi dan debitur tersebut masih memiliki penghasilan tetap, seharusnya tidak ada alasan untuk meminta restrukturisasi kredit. 

“Kalau dia untuk konsumsi, dia pegawai dan gajinya tetap, mestinya punya empati untuk angsur, kecuali motornya itu untuk ojek dan nggak dapat penumpang, ini yang harus direstrukturisasi, jangan ditagih dulu," kata Wimboh.

Namun, permintaan restrukturisasi masih bisa diterima apabila ada kasus-kasus khusus. “Kasus-kasus khusus itu karena mungkin anaknya sakit dan sebagainya, sehingga menunda mengangsur,” kata Wimboh.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN