Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Pertemuan Tahunan OJK, Jumat (15/1/2021).

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Pertemuan Tahunan OJK, Jumat (15/1/2021).

PRESIDEN DI PERTEMUAN TAHUNAN OJK:

Kita Optimistis, 2021 Adalah Titik Balik Masalah Pandemi

Sabtu, 16 Januari 2021 | 11:01 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh rakyat Indonesia optimistis menapaki tahun 2021. Tahun ini merupakan titik balik perkembangan pandemi Covid-19 dan berbagai dampak, khususnya dampak ekonomi, yang ditimbulkannya.

Selain vaksinasi yang sudah dimulai, UU Ciptaker yang segera diimplementasi, ekonomi sudah menunjukkan pemulihan. Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) akan beroperasi dalam waktu dekat dan pihak asing sudah memberikan komitmen menempatkan dana US$ 20 miliar di lembaga ini.

“Percepatan pemulihan dan kebangkitan ekonomi nasional terus diupayakan oleh pemerintah dan saya sangat senang selama tahun 2020, kerja sama antara pemerintah, Kementerian Keuangan, OJK, BI, dan LPS berjalan beriringan dengan baik setiap masalah selalu direspons dengan cepat,” kata Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2021 yang disampaikan secara virtual dari Istana Bogor, Jumat (15/1/2021). PTIJK 2021 mengambil tema ‘Momentum Reformasi Sektor Jasa Keuangan Pasca Covid-19 dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang Inklusif’.

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, para pimpinan OJK, dan undangan dalam jumlah terbatas hadir secara offline di JCC. Sedang ratusan undangan mengikuti acara secara virtual.

Pada tahun ini, demikian Presiden, pemerintah ingin agar kerja sama bisa dilanjutkan. Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 372,3 triliun untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

Presiden mengatakan, kesehatan masyarakat akan segera pulih walaupun harus tetap menerapkan protokol kesehatan, dan perekonomian segera bangkit kembali. Pengendalian pandemi, terutama melalui vaksinasi adalah game changer dan sangat menentukan agar masyarakat bisa bekerja kembali, anak-anak bisa belajar di sekolah lagi, dan agar bisa kembaliberibadah dengan tenang, dan juga agar perekonomian nasional bisa segera bangkit.

“Dua hari yang lalu, program vaksinasi gratis bagi seluruh rakyat Indonesia secara resmi sudah dimulai. Seluruh prosedur dan tahapan pengembangan vaksin telah dilalui dengan baik dan berjalan lancar,” katanya.

Presiden menyatakan sudah memerintahkan agar proses vaksinasi kepada kurang lebih 181.500.000 rakyat Indonesia bisa diselesaikan sebelum akhir tahun 2021 ini. Dengan vaksinasi massal ini diharapan akan muncul herd immunity, kekebalan komunal, sehingga risiko penyebaran Covid akan berhenti dan kegiatan perekonomian akan sepenuhnya pulih kembali. Pemerintah juga telah mengamankan dan memesan 426 juta dosis vaksin untuk rakyat yang berasal dari 4 perusahaan dan negara yang berbeda.

“Jadi, di bulan Januari, kurang lebih ini, bisa berubah lebih banyak. Di Januari, 3 juta, di Februari nanti 4,7 juta, di Maret 8,5 juta, April 16,6 juta, Mei 24,9 juta, Juni 34,9 juta. Itu di dalam perencanaan yang telah kita buat. Meskipun bisa berubah lebih banyak lagi, kita harapkan. (try/jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN