Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Kolaborasi Bank Digital dan Fintech Dalam Menopang Perekonomian Nasional kerja sama Majalah Investor dengan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan Xendit, Kamis, 10 Juni 2021.

Webinar Kolaborasi Bank Digital dan Fintech Dalam Menopang Perekonomian Nasional kerja sama Majalah Investor dengan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan Xendit, Kamis, 10 Juni 2021.

Kolaborasi Fintech dan Bank Digital akan Tingkatkan Kinerja Industri Keuangan

Kamis, 10 Juni 2021 | 15:07 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Head of Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda mengatakan kolaborasi antara perusahaan financial technology (fintech) dan bank digital akan meningkatkan kinerja industri keuangan. Melalui kerja sama ini akan menyasar pada masyarakat yang tergolong underbanked dan unbanked.
Berdasarkan data dari Google, Temasek, dan Bain pada tahun 2020 ada 75% masyarakat Indonesia yang masuk dalam golongan underbanked dan unbanked. Nailul mengatakan segmentasi ini membutuhkan layanan lebih mudah dari perbankan dan bisa mendapatkan akses yang lebih mudah ke industri keuangan.
“Semen inilah yang seharusnya digarap oleh bank digital artinya ke depannya golongan underbanked dan unbanked ke depan lebih banyak disasar fintech dan bank digital. Penting sekali fintech dan bank digital untuk kolaborasi dalam meningkatkan financial inclusion,” ucap Nailul dalam seminar daring  'Kolaborasi Bank Digital dan Fintech Dalam Menopang Perekonomian Nasional', Kamis (10/6). Acara ini merupakan  merupakan  kerja sama Majalah Investor dengan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan Xendit.
Nailul menjelaskan, upaya meningkatkan inklusi keuangan tidak bisa hanya dilakukan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sektor perbankan saja. Namun memerlukan bantuan fintech dan bank digital untuk menyasar golongan underbanked dan unbanked.
“Sehingga ke depannya ada kenaikan jumlah masyarakat yang terhubung dengan lembaga keuangan,” ucapnya.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Indef di tahun 2019, kegiatan peer to peer lending menghasilkan output sebesar  Rp 60 triliun atau 0,64% dari produk domestik bruto (PDB). Kegiatan peer to peer lending diperkirakan dapat menyerap  362 ribu tenaga kerja.
“Oleh karena itu Indef sangat mendukung transformasi digital karena dampak ke PDB besar juga. Hal ini juga harus disadari pemerintah dalam menjalankan transformasi digital,” kata Nailul.
Untuk ke depannya, pemerintah diharapkan membuat kebijakan yang bisa meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat. Misalnya dalam bentuk kebijakan pendirian bank digital yang inklusif, kolaborasi bank digital, serta kapasitas inovasi. Dalam kebijakan yang ada diharapkan merangkul seluruh pihak untuk meningkatkan financial inclusion.
“Peraturan yang digelontorkan harus mengacu ke ekosistem di masing-masing kategori,” ucapnya. 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN