Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tangkapan layar dugaan kebocoran dua juta data nasabah BRI Life. (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Tangkapan layar dugaan kebocoran dua juta data nasabah BRI Life. (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Konfirmasi Diretas, BRI Life Pastikan Data Nasabah BRI Group Aman

Kamis, 29 Juli 2021 | 10:33 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi BRI Life (BRI Life) telah menemukan bukti adanya kejahatan siber melalui BRI Life Syariah. Namun demikian, perseroan memastikan data PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan BRI Group tidak terdampak.

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT Asuransi BRILife Ade Ahmad Nasution mengungkapkan, pihaknya bergerak cepat setelah beredar informasi mengenai bocornya data nasabah BRILife. Perseroan langsung melakukan investigasi secara maraton dan menemukan sejumlah fakta sampai dengan Rabu (28/7).

Pertama, kata dia, klaim jumlah kebocoran dua juta data nasabah tidak benar. Pasalnya, perseroan menemukan bahwa pelaku kejahatan siber melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah yang merupakan sistem terpisah (stand alone) dari sistem utama BRI Life.

“Pada sistem tersebut terdapat tidak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, di mana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRILife maupun BRI Group lainnya,” ujar Ade melalui siaran pers, Rabu (28/7) malam.

Kedua, dia memastikan, data BRI dan BRI Group aman. Kejadian tersebut tidak memberikan dampak kepada data nasabah BRI maupun BRI Group lainnya. Tidak ada 'Lateral Action' terhadap portofolio yang lain, karena sistemnya terpisah.

Ketiga, pihaknya juga menyatakan bahwa link atau tautan awal di forum jual beli yang sempat viral di media sosial sudah tidak dapat lagi ditemukan. Sedangkan fakta keempat, saat ini BRI Life sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penegakan hukum.

“Sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi nasabah, BRILife telah melakukan respon terhadap insiden ini dan melakukan tindakan cepat dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Untuk kepentingan penegakan hukum, BRILife berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN),” papar Ade.

Kelima, Ade mengatakan, BRI Life menjamin keamanan polis nasabah. Data para pemegang polis tidak berubah dengan data awal yang ada di sistem. “Selanjutnya, BRILife akan berkoordinasi dengan pemegang polis syariah untuk memastikan layanan kepada pemegang polis tetap dapat dilakukan sesuai dengan manfaat polisnya,” ujar dia.

Apabila pemegang polis membutuhkan penjelasan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan, dapat segera menghubungi layanan resmi melalui Call Center 1500087, WhatsApp Corporate 0811-935-0087, atau email cs@brilife.co.id.

Sebelumnya, dua juta data nasabah BRI Life diduga bocor dan ditawarkan secara daring (online). Menindaklanjuti kabar tersebut, perusahaan memang langsung melakukan jejak internal untuk memastikan kondisi terkini.

“Kami sedang menindaklanjuti hal ini dan akan segera report pada kesempatan pertama. Tindak lanjut untuk cek info yang dimaksudkan tentang kebocoran data. Kami lagi trace internal, dan akan kami update begitu ada hasilnya ya,” kata Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila melalui pesan singkat kepada Investor Daily, Selasa (27/7) malam.

Kabar dugaan kebocoran dua juta nasabah BRI life itu diunggah oleh akun Twitter bernama Alon Gal atau @UnderTheBreach pada Selasa, 27 Juli 2021, pukul 13.05 WIB.

“Pelanggaran besar, pelaku mengancam menjual data sensitif dari BRI Life, asuransi milik Bank Rakyat Indonesia (bendera Indonesia). Lewat video berdurasi 30 menit itu mereka mendemonstrasikan sejumlah data (250 GB) yang berhasil mereka peroleh,” tulis akun @UnderTheBreach.

Akun itu juga memaparkan bahwa peretas (hacker) mengklaim memiliki dua juta data nasabah BRI LIfe dan 463 ribu dokumen. Bahkan sang peretas juga mematok uang tebusan senilai US$ 7.000. Nilai itu setara Rp 101,50 juta (kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Dalam cuitan tersebut, @UnderTheBreach turut menyertakan sejumlah foto yang berisi data para nasabah BRI Life. Diantaranya tertulis bahwa dokumen yang diretas adalah KTP, kartu keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), buku rekening, akte kelahiran, surat persetujuan, bukti keuangan, bukti kesehatan, dan lainnya.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN