Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Bukopin Tbk. (ist)

PT Bank Bukopin Tbk. (ist)

Kookmin Siap Tuntaskan Kepemilikan Saham di Bukopin Sampai 67%

Kamis, 2 Juli 2020 | 21:42 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Bukopin Tbk memastikan KB Kookmin Bank akan menuntaskan proses kepemilikan saham perseroan untuk menjadi pemegang saham pengendali (PSP) pada tahun ini melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V. KB Kookmin bisa mengambil alih maksimal 67% saham Bukopin apabila pemegang saham lain tidak menyerap semua haknya.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono mengatakan, perseroan telah memperhitungkan, apabila pemegang saham lainnya menyerap atau tidak menyerap semua haknya, KB Kookmin akan tetap menjadi pemegang saham pengendali. Dia menyebut, tahun ini akan dibereskan semua lebih dari 51% bahkan sampai 67% oleh Kookmin.

"PSP ini sudah selesai di PUT V nanti, kami melakukan beberapa exercise kalau pemegang saham tidak mengambil maka bisa 44%, kalau ada yang mengambil, maka 37%, kalau semua pemegang saham ambil maka Kookmin 26%. Yang menarik buat kami, kalau pun publik ambil semua masih bisa 26% dan syarat jadi controller itu 25%, selanjutnya akan tambah sampai jadi 51% bahkan timeline-nya sampai 67%," jelas Rivan di Jakarta, Kamis (2/7).

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono. (ist)
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono. (ist)

Menurut dia, Kookmin Bank diberi kesempatan menambah kepemilikan saham Bank Bukopin sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai 51%, dan bisa bertambah menjadi 67%. "Kalau berjalan dan berakhir pada Agustus ketika RUPS, bila ada penambahan modal dengan PUT V, CAR kami bisa mencapai 14% jadi aman, sekarang 12,6%," imbuh dia.

Rivan juga mengatakan, peningkatan modal diperlukan dan hal tersebut menjadi komitmen perseroan untuk memberikan kenyamanan kepada nasabah. Selanjutnya, perseroan berharap CAR ke depan bisa meningkat bertahap hingga 17%.

Adapun Kookmin Bank sedang melanjutkan proses penambahan kepemilikan sahamnya hingga menjadi pemilik mayoritas Bukopin melalui mekanisme yang sedang dibahas dengan regulator. Menurut Rivan, manajemen KB Kookmin Bank telah mendatangi OJK langsung dari Korea pada 1 Juli 2020. Dalam pertemuan itu, KB Kookmin Bank melakukan pembahasan lanjutan terkait dengan rencana penambahan modal di Bank Bukopin.

"Mereka ini terbang dari Korea langsung sudah bertemu dengan Pak Heru Kristiyana (Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK) dan Pak Slamet Edy (Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK), ini menunjukkan keseriusan Kookmin bahwa mereka bertanggung jawab," terang Rivan.

Selain bertemu dengan OJK, KB Kookmin sudah bertemu dengan pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan akan dilanjutkan dengan pertemuan perbankan lainnya sebagai bentuk menjaga hubungan dengan perbankan nasional dalam mendukung perkembangan industri perbankan di Indonesia.

"Ke BRI sudah, hari ini (kemarin) juga dengan BTPN, dan ke Danamon juga, semua memberi dukungan. Ini relationship yang kami bangun, karena industri perbankan kalau ada apa-apa akan berdampak ke ekonomi nasional," ucap Rivan.

OJK selaku regulator perbankan sudah memberikan pernyataan efektif secara resmi aksi korporasi penerbitan saham baru melalui PUT V pada 30 Juni 2020, yang segera dilanjutkan dengan proses penerbitan saham baru dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Dalam rights issue, Bank Bukopin ditaksir bakal menghimpun dana Rp 838,80 miliar yang berasal dari penerbitan 4,66 miliar saham dengan harga Rp 180 per saham.

Perseroan menyatakan penggunaan dana untuk ekspansi kredit perseroan di segmen UMKM dan konsumer. Rencana ekspansi ini juga sesuai dengan target perseroan untuk makin fokus membidik segmen ritel yang berasal dari UMKM, dan konsumer. Adapun hingga tahun 2022, perseroan menargetkan 67% komposisi kredit tersalurkan ke segmen ritel, sedangkan 33% mengalir ke segmen komersial.

"Mortgage itu kekuatannya luar biasa, kami memiliki culture yang mirip dengan Kookmin, mereka bisa scoring mortgage dengan cepat menggunakan teknologi, kami berkolaborasi sehingga nanti siapa yang atur front end dan back end. Begitu masuk Kookmin akan luar biasa, saya masih optimis," terang Rivan.

Menurut dia, apabila Kookmin menjadi pemegang saham pengendali tahun ini, Bank Bukopin bisa meningkatkan kinerjanya pada tahun depan. Perseroan juga siap menjalankan segmen kredit dari Kookmin untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

"Ini mulainya bagus di pandemi kami kolaborasi, nanti supaya tahun 2021 kami bisa running, karena tahun depan itu restrukturisasi jatuh tempo. Kehadiran Kookmin ini bagus timing-nya, maka kepemilikan mayoritas kami kejar tahun 2020 dan produk baru juga kami kejar, jadi 2021 bisa jalan dengan baik," papar dia.

 

Kontribusi Perekonomian Nasional

Pada kesempatan itu, Managing Director Kookmin Bank sekaligus Komisaris Bank Bukopin Chang Su Choi mengatakan, KB Financial Group berada di 12 negara di antaranya di Asia, dan Indonesia merupakan bagian penting dari proyeknya. Hal tersebut untuk meningkatkan kerja sama antara Korea dan Indonesia.

"Dengan spirit yang sama, KB Financial Group besar harapan kami untuk bisa berkontribusi untuk perekonomian Indonesia dan bagi nasabah Bukopin," ungkap Chang.

Managing Director Kookmin Bank sekaligus Komisaris Bank Bukopin Chang Su Choi. (ist)
Managing Director Kookmin Bank sekaligus Komisaris Bank Bukopin Chang Su Choi. (ist)

Dia juga mengakui segmen bisnis KB Kookmin Bank dan Bukopin memiliki kesamaan, yakni menyasar segmen konsumer dan UKM. Nantinya KB Kookmin Bank bisa memberikan banyak masukan di Bukopin untuk meningkatkan kualitas produknya kepada nasabah.

"Kami melihat strategi Bukopin dan kami sama, harapan kami bisa melayani nasabah Indonesia melalui Bank Bukopin. Karena Covid-19 ini ekonomi melemah, tapi kami yakin itu tidak mengubah komitmen kami terhadap Bukopin, itu tetap sama," tegas dia.

Oleh karena itu, pihaknya juga mengharapkan proses PUT V Bank Bukopin bisa berjalan lancar sesuai rencana, sehingga KB Kookmin bisa segara menjadi PSP. "Kami berusaha cepat menyelesaikan ini supaya nasabah bisa bertransaksi lagi. Tahun ini kami akan menjadi PSP Bukopin, kami juga akan banyak transfer knowledge di Indonesia," kata Chang.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN