Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta. Foto: IST

Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta. Foto: IST

Kuartal I, Laba Bersih OCBC NISP Rp 791 Miliar

Nida Sahara, Selasa, 28 April 2020 | 20:05 WIB

JAKARTA, investor.id  - PT Bank OCBC NISP Tbk pada kuartal pertama tahun ini mencatatkan laba bersih senilai Rp 791 miliar, tumbuh 3,4% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 765 miliar. Laba bersih tersebut didorong dari pendapatan bunga operasional lainnya sebesar 57,8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 719 miliar.

Dalam keterangan tertulisnya, Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP mengungkapkan, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat tumbuh 8,0% (yoy) menjadi Rp 1,66 triliun, total aset tumbuh sebesar 7,8% menjadi Rp 191,5 triliun pada akhir kuartal I-2020 dari Rp 177,5 triliun pada kuartal I 2019.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur & CEO Bank OCBC NISP.
Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur & CEO Bank OCBC NISP.

Di tengah berbagai perubahan dan penyesuaian operasional bisnis akibat pandemi Covid-19, Bank OCBC NISP berhasil mempertahankan fungsi intermediasi dengan pertumbuhan DPK sebesar 5,2% (yoy) menjadi Rp 137,4 triliun pada kuartal I 2020.

Sementara itu, penyaluran kredit senilai Rp 123,9 triliun pada kuartal I-2020, tumbuh 5,4% dari Rp 117,5 triliun pada kuartal I 2019. Fungsi intermediasi dijalankan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian yang terlihat dari rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) net sebesar 0,9% dan gross sebesar 1,8%.

Untuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) perseroan meningkat 153,3% dari Rp 96 miliar menjadi Rp 244 miliar. Dalam kondisi yang menantang, likuiditas bank terjaga baik dengan LDR sebesar 89,9% dan LFR 87,3%.

"Berkembangnya kasus Covid-19 di Indonesia mendorong Bank OCBC NISP untuk melakukan penyesuaian guna memastikan keberlanjutan operasional bank. Kami juga terus memastikan perseroan menjalankan strategi yang difokuskan pada peningkatan pendapatan non-bunga, melakukan efisiensi dan menjaga kualitas kredit," jelas Parwati.

Parwati menjelaskan, pandemi Covid-19 menghadirkan disrupsi yang luar biasa terhadap berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, mulai dari cara bekerja pelaku usaha untuk memberikan pelayanan sampai ke cara nasabah untuk mengatur keuangannya.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah telah mengubah kebiasaan, gaya hidup dan pemanfaatan teknologi digital sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk cara masyarakat melakukan kegiatan perbankan.
 
"Dengan kesehatan keuangan bank yang masih tetap terjaga pada kuartal I, yang terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 18,8% dan juga rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban yang mencapai 156,2%, kami siap memberikan dukungan kepada nasabah dan masyarakat Indonesia untuk melalui kondisi menantang ini," lanjut Parwati.
 
Di tengah penerapan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia, perseroan terus memperluas dan meningkatkan efektivitas penerapan Working from Home (WFH) yang sudah mencapai lebih dari 80% karyawan di kantor pusat dan lebih dari 70% karyawan di kantor cabang. OCBC NISP juga memusatkan layanan di wilayah tertentu dan melakukan penutupan sementara hampir 45% kantor cabang.

Walapun demikian, Bank OCBC NISP tetap berupaya untuk memberikan pelayanan prima bagi nasabah dengan memperkuat layanan #BankingFromHome melalui aplikasi One Mobile untuk nasabah individu dan Velocity untuk nasabah korporasi.

"Khusus untuk nasabah korporasi, setelah sebelumnya dapat diakses melalui channel internet banking, kini kami menghadirkan Velocity Mobile efektif mulai 20 April 2020. Velocity Mobile akan memberikan opsi media transaksi kepada pelaku usaha untuk mengakses dan mengoperasionalkan rekeningnya," tutur Parwati.

Lebih lanjut, perseroan juga mendukung kebijakan pemerintah yang dituangkan pada POJK Nomor 11/ POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional untuk berpartisipasi dalam program pemberian relaksasi bagi para nasabah yang terkena dampak Covid-19 sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian.  

Bank OCBC NISP juga secara aktif berdiskusi dan berkomunikasi dengan nasabah, terutama pelaku usaha UMKM akan dampak dan program relaksasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

"Walapun kita belum tahu dengan pasti sedalam dan sepanjang apa dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, Bank OCBC NISP berkomitmen untuk menjalankan perannya dalam memastikan layanan perbankan yang berkelanjutan guna mendukung perekonomian Indonesia," imbuh dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN