Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perkembangan asuransi.

Perkembangan asuransi.

Kuartal I, Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 7,53%

Senin, 9 Mei 2022 | 20:55 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi umum membukukan pertumbuhan pendapatan premi sampai dengan kuartal I-2022 sebesar 7,53% year on year (yoy), menjadi sebesar Rp 22,29 triliun. Lini bisnis asuransi kredit yang mulai pulih dan meningkatnya asuransi mikro menjadi faktor pengungkit premi tumbuh positif di awal tahun ini.

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan pendapatan premi asuransi umum tersebut dikontribusikan dari premi penutupan langsung yang naik 11,11% (yoy), menjadi Rp 21,66 triliun. Sedangkan premi penutupan tidak langsung cenderung menurun 49,26%, menjadi Rp 622,97 miliar.

Dihubungi Investor Daily, Presiden Direktur PT Asuransi Bintang Tbk HSM Widodo menyampaikan bahwa perusahaan turut mencatatkan pertumbuhan premi positif pada kuartal I-2022. Di antaranya, lini asuransi properti tumbuh 12% dan varia sebesar 45%. Hasil itu dikontribusikan dari sumber bisnis yakni bank 70%, leasing 31%, direct 4%, dan broker 2%.

"Jadi, poin penting di sini adalah varia yakni micro insurance kita yang banyak dijual di mal-mal dan leasing sudah mulai recovery. Kalau di Asuransi Bintang sih karena ini, meski sebenarnya juga karena low based effect kontraksi pada kuartal I tahun lalu," ucap Widodo, Senin (9/5).

Di samping premi tumbuh positif, klaim asuransi umum tercatat melonjak tajam. Sampai dengan kuartal I-2022, klaim bruto mencapai Rp 9,05 triliun atau tumbuh 31,38% (yoy). Dalam hal ini, Widodo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) enggan untuk menjelaskan lebih lanjut. "Kami masih coba untuk untuk analisis hal ini," kata dia.

Ia menjelaskan, hampir separuh dari klaim asuransi umum yakni sebesar Rp 4,08 triliun -- yang tumbuh 37,92% (yoy) -- diserap oleh reasuransi. Dia menilai klaim reasuransi tidak terjadi secara linier, karena terjadi perlambatan pencatatan sekitar satu kuartal.

Ia menjelaskan lebih lanjut, beban underwriting hanya naik 0,46% (yoy) menjadi Rp 4,79 triliun, sehingga dibukukan hasil underwriting tumbuh positif 16,97% (yoy) menjadi Rp 4,46 triliun sampai kuartal I-2022.

"Alhamdulilah kuartal I-2022 tidak ada kejadian bencana catastrophe, jadi earned premium (premi diterima) tidak tergerus oleh beban klaim. Tentunya kita terus berharap golden period ini cukup panjang, sehingga dapat memperkuat retained earning (laba ditahan) dari perusahaan asuransi umum," ungkap Widodo.


Hasil Investasi Tumbuh 5,17%
Sementara itu, hasil investasi berhasil tumbuh 5,17% (yoy) menjadi Rp 1,00 triliun. Dengan catatan beban usaha meningkat 9,85% (yoy) menjadi Rp 3,18 triliun, asuransi umum meraup laba bersih sebesar Rp 2,06 triliun atau tumbuh 16,74% (yoy) pada kuartal I-2022.

Industri asuransi umum memiliki total aset mencapai Rp 191,64 triliun. Ini naik 6,17% year on year, atau meningkat 4,90% tahun berjalan (year to date/ytd).

"Aset investasi dan aset bukan investasi masing-masing sebesar Rp 90,09 triliun dan Rp 101,55 triliun. Adapun liabilitas sebesar Rp 121,88 triliun dan ekuitas sebesar Rp 69,76 triliun," paparnya.

Sebelumnya, AAUI memproyeksi pertumbuhan premi asuransi umum tahun 2022 masih pada kisaran single digit, namun bisa di atas 5%. Terdapat empat lini bisnis utama yang diyakini menjadi motor pertumbuhan, yaitu asuransi harta benda atau properti, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, serta asuransi kecelakaan diri dan kesehatan (PA & health).

Premi dari asuransi properti akan didorong kinerja sektor properti yang masih akan tumbuh, meski terbatas. Begitu juga lini asuransi kendaraan bermotor akan tumbuh baik, seiring dengan proyeksi peningkatan penjualan, baik motor maupun mobil.

Sedangkan premi dari asuransi kredit yang melambat sepanjang tahun 2021, diyakini akan berbalik meningkat tahun ini. Indikatornya adalah pertumbuhan kredit yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 7,5%, yang diikuti langkah perbaikan portofolio lebih terukur dari para penerbit polis asuransi kredit. Sementara asuransi PA & health diharapkan tumbuh seiring meningkatnya kesadaran berasuransi masyarakat.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN