Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Kuartal I-2020, Premi Asuransi Jiwa Turun 4,9%

Rabu, 24 Juni 2020 | 20:31 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat penurunan total pendapatan premi industri asuransi jiwa sepanjang kuartal I-2020 sebesar 4,9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 44,11 triliun. Selain itu, hasil investasi pun tercatat ikut terkoreksi.

Berdasarkan data 58 dari 60 perusahaan asuransi jiwa yang dihimpun AAJI, penurunan total pendapatan premi itu karena total premi bisnis baru anjlok sebesar 8,3% (yoy) menjadi Rp 25,93 triliun. Sedangkan total premi lanjutan tumbuh stagnan sebesar 0,3% (yoy) menjadi sebesar Rp 18,18 triliun.

"Kondisi pada kuartal I-2020 memang tidak mudah dengan adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut juga turut berpengaruh terhadap kinerja industri asuransi jiwa, dimana total pendapatan premi industri asuransi jiwa melambat," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon melalui keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Rabu (24/6/2020).

Namun, kata Budi, pandemi telah mendorong dan membentuk pola kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat. Melihat situasi itu, sebagai upaya untuk tetap melayani kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia di masa pandemi, para perusahaan asuransi jiwa semakin fokus untuk memberikan edukasi dan saran bagi masyarakat mengenai pilihan perlindungan yang tepat.

Pentingnya kesadaran masyarakat atas perlindungan asuransi jiwa, termasuk asuransi kesehatan, pada kuartal I-2020 ditunjukkan dengan adanya peningkatan dalam angka jumlah tertanggung. Persentase total tertanggung naik sebesar 20,3% (yoy), yaitu dari 53,17 juta orang menjadi 63,97 juta orang.

Secara rinci, peningkatan jumlah itu disokong dari segmen kumpulan yang naik sebesar 30,2% menjadi sebanyak 30,2 juta orang. Sedangkan segmen perorangan hanya mampu tumbuh stagnan 0,1% (yoy) menjadi sebanyak 17,45 juta orang.

Sementara itu, total uang pertanggungan naik sebesar 5,6% (yoy), dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun. Menurut Budi, hal itu didorong oleh gencarnya usaha AAJI bekerjasama dengan industri asuransi jiwa untuk melakukan program literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa.

"Meskipun jumlah tertanggung dan uang pertanggungan meningkat, angka total polis kumpulan mengalami penurunan. Ini mengindikasikan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat perekonomian Indonesia mulai melambat. Akibatnya, terjadi penurunan kepemilikan polis baru dari sektor korporasi," ungkap Budi.

Data AAJI memaparkan, total polis tumbuh stagnan 0,1% (yoy) menjadi sebanyak 17,09 juta polis. Rinciannya, segmen perorangan sebanyak 16,42 juta polis atau meningkat 0,8% (yoy). Adapun segmen kumpulan terperosok 13,2% (yoy) menjadi sebanyak 672.667 polis.

Di sisi lain, hasil investasi industri asuransi jiwa sebagai suatu bisnis jangka panjang tercatat ikut menurun. Sentimen utama masih terkait pandemi Covid-19 yang turut memberi dampak pada pasar modal Indonesia.

Dampaknya, industri asuransi jiwa, yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 27,8% sejak awal tahun hingga Maret 2020.

AAJI mencatat, hasil investasi asuransi jiwa pada kuartal I-2020 terkoreksi 450,8% (yoy) menjadi rugi sebesar Rp 47,05 triliun. Nilai itu turun drastis jika dibandingkan capaian periode sama tahun lalu sebesar Rp 13,41 triliun.

Budi mengemukakan, berbagai upaya dilakukan untuk menjaga stabilitas bisnis dalam kondisi saat ini, antara lain dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk media digital, agar masyarakat kembali memahami isi polis yang dimiliki.

Kemudian, AAJI turut memfasilitasi penggunaan teknologi digital dalam ujian sertifikasi tenaga pemasar (agen). Sampai kuartal I-2020, agen berlisensi tercatat naik 9,3% (yoy) menjadi sebanyak 550.443 orang.

"Sebagai upaya AAJI untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa, kami berkomitmen untuk merekrut tenaga pemasar yang handal dan berkualitas. Ujian sertifikasi tenaga pemasar juga kini telah mulai menggunakan aplikasi digital yang AAJI kembangkan," tutur Budi.

Dia mengatakan, kuartal I-2020 merupakan masa yang penuh tantangan dan peluang, tidak hanya bagi industri asuransi jiwa, namun juga bagi berbagai sektor industri lainnya. Industri asuransi jiwa telah melakukan berbagai antisipasi untuk memaksimalkan peluang yang ada termasuk melakukan berbagai penyesuaian selain melakukan kerjasama dengan pihak lainnya, yaitu regulator dan mitra perusahaan teknologi.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN