Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Kuartal I-2021, DPK Perbankan Melambat

Selasa, 19 Januari 2021 | 12:15 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada kuartal I-2021 diperkirakan melambat di tengah indikasi meningkatnya penyaluran kredit.

"Perlambatan DPK kuartal I-2021 tercermin pada Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pertumbuhan DPK sebesar 17,1%. Angka itu lebih rendah dibandingkan 88,0% pada kuartal sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono saat mengumumkan Survei Perbankan BI di Jakarta, Selasa (19/1).

Menurut Erwin, perlambatan pertumbuhan DPK diperkirakan terjadi pada jenis instrumen giro dan tabungan. Indikasinya, nilai SBT turun masing-masing dari 85,2% dan 89,0% pada kuartal IV-2020 menjadi 56,2% dan 43,7% pada kuartal I-2021.

"Bahkan, instrumen deposito diperkirakan tumbuh negatif. Itu terindikasi pada nilai SBT yang minus 8,2% dibanding positif 74,2% pada kuartal sebelumnya," tutur dia.

Berdasarkan hasil Survei Perbankan BI, kata Erwin Haryono, pertumbuhan DPK tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun lebih rendah dibanding tahun silam atau tumbuh melambat.

Perlambatan itu, menurut dia, tercermin pada SBT perkiraan penghimpunan DPK 2021 sebesar 68,9%. Meski positif, angka itu lebih rendah dibandingkan 88,0% pada tahun sebelumnya.

"Optimisme prakiraan pertumbuhan DPK antara lain dipengaruhi faktor suku bunga dan kondisi likuiditas bank," ucap Erwin.

Di sisi lain, Survei Perbankan  BI mengindikasikan penyaluran kredit pada 2021 tumbuh 7,3% secara tahunan (year on year/yoy), dibanding minus 1,4% pada 2020 (hingga November). Penyaluran kredit baru bakal meningkat sejak kuartal I-2021.

Erwin Haryono mengungkapkan, berdasarkan jenis penggunaan,  indikasi pertumbuhan kredit baru terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit konsumsi. Sebaliknya,  kredit investasi terindikasi mengalami penurunan.

"Secara sektoral,  penyaluran tertinggi kredit baru terjadi pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi," papar dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN