Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Produk Asuransi Jiwa

Ilustrasi Produk Asuransi Jiwa

Kuartal I-2022, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Susut 14,33%

Rabu, 18 Mei 2022 | 15:04 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan pendapatan premi asuransi jiwa hingga kuartal I-2022 menyusut 14,33% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 43,67 triliun. Penurunan secara konsisten sejak Januari-Maret itu dinilai sebagai imbas belum optimalnya kanal distribusi keagenan dan adanya penyesuaian implementasi SEOJK PAYDI.

Laporan OJK menerangkan bahwa pendapatan premi setidaknya terus menurun mulai dari Januari 2022 menjadi Rp 19,09 triliun, nilai itu menyusut 20,93% (yoy) dibandingkan Januari 2021 sebesar Rp 15,09 triliun. Penurunan berlanjut pada Februari 2022 sebesar 22,03% (yoy), dari Rp 34,60 triliun menjadi Rp 26,98 triliun.

Kemudian pada Maret 2022, pendapatan premi industri asuransi jiwa kembali tumbuh negatif sebesar 14,13% menjadi Rp 43,67 triliun, dibandingkan Rp 50,86 triliun pada Maret 2021. Lebih jauh, produksi premi tersebut bahkah lebih sedikit dibandingkan Maret 2019 sebesar Rp 44,27 triliun, tapi lebih baik dari Maret 2020 yang tercatat sebesar Rp 40,76 triliun.

Menanggapi laporan OJK itu, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Fauzi Arfan secara tidak langsung mengakui adanya perlambatan  setelah tahun lalu kinerja premi sempat rebound karena pandemi Covid-19. Menurut dia, salah satu faktor perlambatan yakni kanal distribusi keagenan yang belum mampu pulih sejak kuartal IV-2021.

Baca juga: Kemenkeu Sebut Kinerja Ekspor Indonesia Konsisten Meningkat

"Optimalisasi pendapatan premi dari kanal distribusi keagenan belum maksimal mengingat adanya surat edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK PAYDI) yang berdampak pada penyesuaian tata cara penjualan produk asuransi jiwa khususnya unit link. Hal ini menjadi penting mengingat unit link memberikan kontribusi besar terhadap total pendapatan premi," terang Fauzi kepada Investor Daily, Kamis (12/5).

Jika menilik laporan AAJI terhadap kinerja industri asuransi jiwa sepanjang 2021, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link memiliki porsi sebesar Rp 63% atau senilai Rp 127,7 triliun terhadap total premi mencapai Rp Rp 202,93 triliun. Adapun jumlah tertanggung unit link mencapai 6,44 juta dan jumlah polis sebanyak 6,18 juta.

Dari sisi distribusi, kanal keagenan memang relatif menurun dalam dua tahun belakangan. Pada tahun 2019 mencatatkan kontribusi premi sebesar Rp 79,5 triliun, turun menjadi Rp 65,1 triliun pada 2020, dan menjadi Rp 58,8 triliun pada akhir 2021. Sementara kanal bancassurance dan kanal alternatif lainnya cenderung meningkat.

Di sisi lain, OJK dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 memperkirakan aset asuransi jiwa tumbuh 4,66% di tahun ini. AAJI sendiri pada akhir tahun lalu juga sempat memproyeksikan bahwa premi asuransi jiwa tahun 2022 diyakini tumbuh hingga double digit.

Baca juga: Narasi Institute: Rencana Investasi Elon Musk hanya Euforia Semata

Dengan melihat realisasi sampai kuartal I-2022, Fauzi pun tetap optimistis terhadap target AAJI yang telah dicanangkan. Hal itu sejalan dengan visi AAJI saat ini yaitu "Transformasi Lampaui Batas" untuk mendorong transformasi bersama agar industri asuransi melampaui kondisi saat ini, menjadi lebih baik, dan bergerak lebih jauh.

"Khususnya untuk mencapai target pertumbuhan kinerja industri asuransi jiwa di tahun 2022, mengingat kondisi perekonomian Indonesia juga berangsur membaik. Bisa kita lihat dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 tumbuh sebesar 5,01% (yoy)," ujar dia.

Dia menambahkan, memang strategi untuk menggenjot produksi premi disisa waktu tahun ini akan berbeda untuk setiap perusahaan asuransi jiwa. Tapi AAJI mengimbau kepada para anggotanya untuk selalu memberikan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan keluarga Indonesia.

"Lebih lanjut, AAJI berusaha untuk terus meningkatkan orientasi kepada nasabah, menerapkan pendekatan adaptif, mendorong inovasi, memperkuat kanal untuk menjangkau nasabah, meningkatkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem industri asuransi jiwa," imbuh Fauzi. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN