Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Kuartal II, Pendapatan Premi Asuransi Umum Turun 6,1%

Kamis, 3 September 2020 | 21:50 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi umum mencatatkan pendapatan premi sampai kuartal II-2020 sebesar Rp 37,6 triliun atau turun 6,1% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan disokong tiga lini bisnis utama yang terkoreksi cukup dalam yakni asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kredit.

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisis TI, dan Aktuaria AAUI Trinita menyampaikan, penurunan premi asuransi umum sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merosot menjadi 5,32% pada kuartal II-2020. Dengan begitu, sejumlah lini bisnis pun mencatatkan pertumbuhan premi negatif.

"Sebagian besar lini bisnis mencatatkan pertumbuhan negatif pada kuartal II-2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya antara lain asuransi property (harta benda), kendaraan bermotor, asuransi kredit, pengangkutan, penerbangan, penjaminan dan aneka. Sedangkan lini usaha lain masih mencatat pertumbuhan positif," kata Trinita saat paparan kinerja asuransi umum kuartal II-2020 secara virtual, Kamis (3/9).

Dia memaparkan, premi asuransi harta benda tercatat turun sebesar 11,2% (yoy) menjadi Rp 9,45 triliun. Penurunan kinerja tercermin pada Indeks Pasokan Properti Komersial periode triwulan menunjukkan perlambatan. Pertumbuhan Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat sebesar 0,01% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan 0,04% (yoy) pada kuartal sebelumnya, dan 3,26% (yoy) pada kuartal yang sama tahun lalu.

Kemudian, dia mengatakan, perlambatan pasokan terjadi baik pada kategori sewa maupun jual. Pada kategori sewa, penurunan terjadi utamanya pada segmen hotel dan ritel sewa yang disebabkan penerapan berbagai pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19, sehingga berdampak pada penutupan sementara beberapa hotel karena tingginya biaya operasional.

"Selain itu, penurunan pasokan juga terjadi pada ritel, akibat  penutupan sementara sejumlah pusat ritel di beberapa daerah seiring penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penutupan tersebut menyebabkan tenant tidak memperpanjang atau memutus kontrak sewanya. Sementara pada kategori jual, perlambatan pasokan terjadi pada segmen perkantoran jual/strata dan lahan industri," terang Trinita.

Dia mengemukakan, untuk premi asuransi kendaraan bermotor turun sebesar 16,0% (yoy) menjadi sebesar Rp 7,81 triliun. Hal tersebut sejalan dengan menurunnya penjualan kendaraan bermotor di kuartal II-2020.

Trinita menyampaikan, produksi mobil pada kuartal II-2020 mencapai 41.520 unit, atau turun sebesar 87,34% (qtq) dan turun sebesar 85,02% (yoy). Sedangkan penjualan mobil secara wholesale mencapai 24.042 unit, atau turun sebesar 89,85% (qtq) dan turun sebesar 89,44 persen (yoy). Penjualan sepeda motor pun sama, secara wholesale pada kuartal II-2020 mencapai 313.625 unit, atau turun sebesar 80,06% (qtq) dan turun sebesar 79,70% (yoy).

Sementara itu, premi asuransi kredit pada kuartal II-2020 turun 6,1%(yoy) menjadi sebesar Rp 5,78 triliun. Trinita menuturkan, ada sejumlah aspek yang membuat premi asuransi kredit menurun.

Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan kuartalan (qtq) kredit baru pada kuartal II-2020 menurun dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar yang turun 33,9%, turun dari 23,7% pada triwulan sebelumnya, dan 78,3% pada kuartal II-2019.

Adapun penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Utamanya penurunan pada jenis kredit investasi yang terindikasi dari penurunan SBT dari 15,1% pada kuartal I-2020 menjadi minus 75,1% di kuartal II-2020.

Selain itu, lini bisnis lain yang menunjukan tren penurunan diantaranya premi asuransi pengangkutan sebesar 2,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,83 triliun, dan premi asuransi energy offshore turun 11,9% (yoy) menjadi sebesar Rp 64 miliar. Kemudian premi asuransi penjaminan turun 16,5% (yoy) menjadi sebesar Rp 679 miliar dan premi asuransi aneka terkoreksi 25,1% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,59 triliun.

Di sisi lain, sejumlah lini bisnis pun masih mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal II-2020. Seperti premi asuransi kecelakaan diri dan kesehatan tumbuh 15,6% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,15 triliun,  dan asuransi liability tumbuh sebesar 13,4% (yoy) menjadi Rp 1,55 triliun.  

Selanjutnya, premi asuransi engineering naik 4,7% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,33 triliun,premi asuransi energy offshore melonjak 30,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,34 triliun, dan premi asuransi rangka kapal naik 23,9% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,06 triliun. Adapun premi asuransi aviation naik tipis 1,7% (yoy) menjadi sebesar Rp 914 miliar, serta premi asuransi satelit tumbuh sebesar 78,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 28 miliar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN