Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) saat konferensi pers Paparan Kinerja BNI Kuartal III-2019 di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) saat konferensi pers Paparan Kinerja BNI Kuartal III-2019 di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Kuartal III-2019, BNI Bukukan Laba Rp 12 Triliun

Aris Cahyadi, Rabu, 23 Oktober 2019 | 17:13 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) hingga akhir kuartal III-2019 membukukan laba sebesar Rp 12 triliun, tumbuh 4,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp 26,9 triliun pada kuartal III-2019.

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo mengatakan, selain ditopang NII, kenaikkan laba juga disumbang non interest income atau fee based income (FBI), yang pada kuartal III-2019 tumbuh sebesar 13% (yoy), menjadi Rp 8,1 triliun.

"Dengan dukungan pertumbuhan NII dan FBI, BNI mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 12 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2018," kata Bimo saat paparan kinerja BNI Kuartal III-2019 di Jakarta, Rabu (23/10).

Pendapatan fee BNI tersebut, lanjut dia, ditopang oleh pertumbuhan recurring fee sebesar 17,1% (yoy) menjadi Rp 7,9 triliun. Kenaikan FBI pada kuartal III-2019 ini didorong oleh kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 9,4% dan fee sindikasi yang tumbuh 81,6%. Adapun, sumber fee dari bisnis konsumer antara lain berasal fee pengelolaan kartu debit yang tumbuh 57,5% dan fee transaksi melalui ATM yang tumbuh 16,5%.

Dari sisi kualitas aset, NPL BNI tercatat membaik menjadi 1,8% pada kuartal III-2019 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan, yaitu turun dari 1,4% pada kuartal III-2018 menjadi 1,3% pada kuartal III-2019, sementara coverage ratio terus meningkat dari 152% di kuartal III-2018 menjadi 159% pada kuartal III-2019.

Pada kuartal III tahun ini, BNI juga membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,9% secara tahunan, menjadi Rp 581 triliun. BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi dana murah yang mencapai 64,3% dari total DPK, terutama karena pertumbuhan giro sebesar 13% dan tabungan 7,5% (yoy).

"Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI terus mengembangkan layanan digital banking, meningkatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mengembangkan layanan bagi lembaga-lembaga pemerintahan," kata Bimo.

Lebih lanjut dia mengatakan, keberhasilan dalam upaya menghimpun dana murah juga tercermin dari penambahan jumlah rekening individu menjadi sebanyak 46,5 juta. Selain itu, BNI juga terus meningkatkan jumlah branchless banking dari 111.836 pada akhir tahun 2018 menjadi 130.803 Agen46 pada kuartal III-2019.

"Perluasan Agen46 ini semakin mendekatkan layanan perbankan yang biasa diberikan di outlet BNI, kepada para nasabah, sehingga memberikan kontribusi pendapatan berbasis komisi," ujar dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA