Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Kuartal IV, Permintaan Kredit Perbankan Mulai Meningkat

Nida Sahara, Kamis, 17 Oktober 2019 | 08:18 WIB

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) dalam Survei Perbankan Kuartal III-2019 mengindikasikan pada kuartal IV pertumbuhan kredit baru mulai meningkat, yang didorong oleh optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat didukung risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga. Hal tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan baru sebesar 94,3%, lebih tinggi dibandingkan 68,3% pada kuartal sebelumnya.

Meski demikian, rata-rata responden memperkirakan kredit tahun ini tumbuh 9,7% secara year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan prakiraan triwulan sebelumnya sebesar 11,2% maupun dengan realisasi pertumbuhan kredit tahun lalu sebesar 12,1% (yoy). Responden menyampaikan bahwa prakiraan pertumbuhan penyaluran kredit tahun ini didukung oleh kondisi moneter dan ekonomi yang menguat dan risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga.

Berdasarkan survei BI, prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal IV-2019 adalah kredit modal kerja (KMK), diikuti oleh kredit investasi (KI), dan kredit konsumsi (KK). Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran KPR atau KPA masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit kendaraan bermotor, dan kredit multiguna.

Sejalan dengan perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal IV-2019 juga dinilai akan lebih longgar. Sebagaimana terindikasi dari indeks lending standard (ILS) sebesar 11,8% sedikit lebih rendah dari 12,0% pada kuartal sebelumnya.

Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap KPR dan KPA, kredit investasi, dan kredit UMKM. Aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar pada kuartal IV antara lain plafon kredit, suku bunga, dan agunan. Di sisi lain, jangka waktu dan biaya persetujuan kredit diperkirakan akan lebih ketat pada kuartal IV-2019.

"Akhir tahun motor pendorong kredit adalah sektor listrik, gas, air bersih, sektor konstruksi, dan sektor keuangan," ungkap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira ketika dihubungi Investor Daily, Rabu (16/10).

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA