Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas penukaran menghitung uang di sebuah penukaran uang di Jakarta, baru-baru ini. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas penukaran menghitung uang di sebuah penukaran uang di Jakarta, baru-baru ini. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Likuiditas Perekonomian Tumbuh 12,4% pada Desember 2020

Jumat, 22 Januari 2021 | 14:37 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2020 tercatat sebesar Rp 6.900,0 triliun atau meningkat 12,4% secara year on year (yoy). Peningkatan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 12,2% (yoy).

“Ini didorong oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh sebesar 18,5% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 15,8% (yoy),” ujar Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam siaran pers pada Jumat (22/1).

Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan peningkatan peredaran uang kartal di masyarakat dan giro rupiah.

Sementara itu, lanjut Erwin, komponen uang kuasi melambat, dari 11,1% (yoy) menjadi 10,5% (yoy) pada Desember 2020. Pertumbuhan surat berharga selain saham juga terkontraksi lebih dalam menjadi -10,6% (yoy) dari -5,8% (yoy) pada November 2020.

Erwin menjelaskan, berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Desember 2020 disebabkan oleh aktiva luar negeri bersih dan kenaikan ekspansi keuangan pemerintah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan aktiva luar negeri bersih Desember 2020 sebesar 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan November 2020 sebesar 10,3% (yoy).

“Tagihan bersih kepada pemerintah pusat juga meningkat, dari 66,5% (yoy) menjadi 66,9% (yoy) pada Desember 2020. Sementara itu, pertumbuhan kredit terkontraksi lebih dalam menjadi -2,7% (yoy) dari -1,7% (yoy) pada November 2020,” ucap Erwin.

 

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN