Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

LinkAja: Produk Jiwasraya Berpeluang Berkembang

Prisma Ardianto, Sabtu, 18 Januari 2020 | 22:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) menyebut produk asuransi demam berdarah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dijual diplatform LinkAja berpotensi berkembang. Meski laku dijual, penetrasi penjualan produk asuransi lewat LinkAja masih terbilang minim.

Chief Marketing Officer LinkAja Edward K Suwignjo mengatakan, produk yang dijajakan Jiwasraya pada platformnya adalah untuk menekan risiko atas potensi wabah penyakit demam berdarah. Jiwasraya menawarkan premi sebesar Rp 10 ribu dengan manfaat sebesar Rp 3 juta.

"Jiwasraya memang ada produknya, kalau ditanya ada yang beli, pasti ada, dan bisa berkembang lebih jauh. Jadi mereka masuk di menu asuransi di tempat kami," jelas Edward di Jakarta, Jumat (17/1).

Menurut Edward, Jiwasraya meluncurkan produk asuransi demam berdarah pada saat banyak masyarakat membutuhkan proteksi itu, sehingga pada masa awal peluncurannya, produk tersebut terbilang laris manis terjual.

"Waktu itu musim demam berdarah pertama kali dia launching, ini banyak yang beli waktu (musim) demam berdarah kemarin. Mulai banyak yang sadar ambil proteksi itu," ungkap dia.

Edward mengatakan, LinkAja menyediakan wadah khusus bagi perusahaan asuransi untuk menjajakan produknya.

Selain Jiwasraya, ada perusahaan asuransi lain yang turut meramaikan kanal pemasaran tersebut. Sebut saja, Tokyo Marine, BRI Life, Jasa Raharja, AXA Mandiri, serta BPJS Kesehatan.

Meski demikian, sambung dia, LinkAja belum fokus terhadap lini bisnis asuransi, karena penetrasi asuransi yang masih kecil. Padahal potensi yang bisa digarap terbuka luas, salah satunya tercermin dari pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang menunjukan tren peningkatan.

Pada kesempatan itu, Edward juga menanggapi merumputnya WeChat sebagai pemain baru diranah industri digital payment Indonesia. Menurut Edward, kehadiran platform itu bukan masalah besar dari perseroan. Sebab, masing-masing platform memiliki segmen garapan bisnis yang berbeda.

"Kami selalu bilang bahwa spektrum payment itu lebar sekali dari lifestyle hingga daily essential. Kami selalu bilang kami masuk di daily essential, bukan lifestyle. Nah, sebagian besar pemain emang masuknya dari arah lifestyle dan segala macam. Tapi tempat kami, use case memang kebutuhan sehari-hari," jelas dia.

Edward meyakini, persaingan secara bisnis wajar dan pasti terjadi. Namun secara misi, sebenarnya seluruh pemain di industri digital payment bersaing dengan uang tunai. Setiap paltform memiliki kelebihan dan kekuatan tersendiri untuk menjawab hal tersebut.

"Masing-masing memiliki kekuatan sendiri-sendiri, punya ekosistem sendiri-sendiri yang merupakan bagian dari pengembangan industri masing-masing. Bukan harus persaingan siapa menang siapa kalah. Masingmasing punya pembedanya," tandas dia.

Gandeng Dukcapil

Sementara itu, LinkAja meningkatkan fungsi proses verifikasi dan validasi identitas pengguna dengan menjalin kemitraan bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Dengan begitu, LinkAja dapat memvalidasi data secara otomatis dari basis data Dukcapil, terlepas dari penggunaan foto pengguna atau foto KTP.

Direktur Operasi LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, proses validasi elektronik KnowYour Customer (e-KYC) akan lebih mudah dan cepat. Khususnya bagi pengguna yang ingin meningkatkan akun layanan menjadi full service. Begitu juga manfaat layanan lainnya yang bisa didapat pengguna.

"Melalui e-KYC yang diverifikasi oleh Ditjen Dukcapil, kami harap para pengguna LinkAja dapat memperoleh manfaat maksimal dari layanan LinkAja, seperti saldo maksimum yang lebih tinggi, dan keleluasaan untuk melakukan transaksi lainnya seperti transfer dana dan penarikan tunai," kata dia.

Haryati memastikan, kemitraan yang terjalin itu juga menjadi komitmen bagi pihaknya untuk menjamin kerahasiaan, keutuhan, dan kebenaran data pengguna. LinkAja tidak akan menyalahgunakan hak akses atas data kependudukan yang telah dipercayakan oleh Dukcapil.

"Adanya kesesuaian validasi dan verifikasi identitas ini sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna dalam bertransaksi secara digital," tambah dia.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, kerja sama itu sekaligus membantu pemerintah untuk memerangi risiko pencucian uang dan/atau mencegah pendanaan terorisme. Terutama melalui penggunaan layanan keuangan elektronik sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Adanya sinergi tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk memiliki akses ke layanan keuangan digital. "Karena prosesnya yang lebih mudah dan aman tanpa harus datang ke layananan keuangan secara langsung untuk melakukan validasi data," tutup Zudan.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA