Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Green Coffin, peti mati yang dibuat dari bahan ramah lingkungan, mulai dari rotan, eceng gondok, mendong, rami, pelepah pisang, dan aneka bahan alam lain.

Green Coffin, peti mati yang dibuat dari bahan ramah lingkungan, mulai dari rotan, eceng gondok, mendong, rami, pelepah pisang, dan aneka bahan alam lain.

LPEI Dorong Usaha Green Coffin Lakukan Ekspor Rp 5 Miliar per Tahun

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:06 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berhasil mendorong pengusaha peti mati ramah lingkungan atau green coffin tembus pasar dunia. Bahkan saat ini dalam satu tahun ekspornya mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

“Sejak tahun 2017 LPEI mendampingi para pengrajin melalui APIKRI, dan alhamdulillah sejak tahun 2019 para pengrajin sudah bisa mengekspor,” kata Corporate Secretary LPEI Chesna F Anwar dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/1).

Dia menjelaskan, ekspor perdana ke Belanda di tahun 2019 nilainya sekitar Rp 150 juta, lalu disusul ekspor ke Amerika Serikat. Sekarang ini, jika dihitung rata-rata per bulan di ekspor tiga kontainer senilai Rp 450 juta, maka dalam setahun ekspornya mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

Yang lebih menggembirakan, pekerja langsung yang terserap dari bisnis ini ikut meningkat. “Ini bisnis yang prospeknya menjanjikan. Apalagi pasar luar negeri mencari produk ramah lingkungan, termasuk memikirkan persiapan ketika kelak menutup usia, maka mereka membutuhkan peti,” ujar Chesna.

Lebih lajut Chesna mengatakan, lembaganya berkomitmen membukakan pasar yang lebih luas bagi pengrajin, termasuk menyediakan permodalan untuk pengembangan usaha ini.

“LPEI memiliki mandat dari Pemerintah untuk mendorong ekspor. Jadi, kami sangat serius membantu para pengrajin melalui asosiasi. Kami optimis produk yang unik ini punya pasar yang sangat besar di luar negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Indonesia (APIKRI) Kemiskidi mengatakan, adapun yang ikut menikmati manisnya bisnis peti ini sangat banyak, mulai dari pengumpul eceng gondok, pelepah pisang, sampai dengan tukang pembuatnya.

“Peti ini dibuat dari bahan ramah lingkungan, mulai dari rotan, eceng gondok, mendong, rami, pelepah pisang, dan aneka bahan alam lain. Karena itu, peti mati itu disebut green coffin,” jelas dia.

Melalui APIKRI, tiap bulan setidaknya tiga kontainer berisi peti mati dikirim ke luar negeri. Tiap kontainer bisa memuat 80 peti, sehingga tiap bulan setidaknya terjual 240 buah peti. Dari bisnis ini, setidaknya sudah ada tiga klaster usaha di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN