Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (kedua kanan), Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan (kedua kiri) dalam konferensi pers LPS menurunkan tingkat bunga penjaminan 25 bps menjadi 6,75% untuk bank umum, di Jakarta, Rabu (31/7).  Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (kedua kanan), Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan (kedua kiri) dalam konferensi pers LPS menurunkan tingkat bunga penjaminan 25 bps menjadi 6,75% untuk bank umum, di Jakarta, Rabu (31/7). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

LPS: Bank Besar Berpeluang Tingkatkan Penyaluran Kredit

Nida Sahara, Kamis, 15 Agustus 2019 | 08:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai penyaluran kredit ke depan masih terbuka dan berpeluang tumbuh tinggi, terutama bagi bank-bank besar. Hal ini seiring adanya kebijakan pelonggaran giro wajib minimum (GWM) dan penurunan bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang dapat membantu likuiditas bank-bank besar untuk menyalurkan kredit.

Direktur Group Stabilitas Sistem Keuangan LPS Samsu Adi Nugroho menjelaskan, pertumbuhan kredit industri perbankan hingga akhir Juni 2019 sebesar 9,92% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,42% (yoy) yang sejalan dengan kembalinya dana simpanan pasca-Lebaran. Hal tersebut memberikan tambahan ruang likuiditas dan mengurangi gap pertumbuhan dengan kredit pada sebagian kelompok bank.

Dalam indikator likuiditas Agustus 2019 LPS, perbaikan pertumbuhan DPK tersebut juga berdampak pada loan to deposit ratio (LDR) perbankan yang membaik terbatas ke level 94,28%. "Laju pertumbuhan kredit diperkirakan masih akan lebih tinggi dibandingkan DPK, sejalan dengan langkah pelonggaran pada kebijakan GWM dan suku bunga moneter. Ruang ekspansi cukup terbuka pada bank besar, sementara untuk bank menengah dan kecil akan lebih ditentukan oleh laju pertumbuhan di sisi dana," jelas Adi, Rabu (14/8).

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA