Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar dalam acara Investor Daily Summit 2021 sesi diskusi Mengakselerasi Investasi di Kawasan Ekonomi Baru, Selasa, 13 Juli 2021.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar dalam acara Investor Daily Summit 2021 sesi diskusi Mengakselerasi Investasi di Kawasan Ekonomi Baru, Selasa, 13 Juli 2021.

INVESTOR DAILY SUMMIT 2021 (HARI I)

Masih Dominan, Pembiayaan Perbankan untuk Pembangunan Capai Rp 5.481 Triliun

Selasa, 13 Juli 2021 | 11:20 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menilai, dalam pembangunan infrastruktur, sumber pembiayaan dari industri perbankan masih mendominasi. Hingga akhir 2020, penyaluran pembiayaan mencapai Rp 5.481,6 triliun atau 60% dari total sumber pembiayaan pembangunan.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar memaparkan, sumber dana dari luar negeri sebesar Rp 2.957 triliun, pembiayaan dari non-bank Rp 600 triliun, dan sumber dana dari pasar modal sebesar Rp 126 triliun.

"Jadi masih didominasi sumber dana dari perbankan Rp 5.400 triliun. Perbankan punya kontribusi besar dalam pengembangan investasi melalui penyaluran kredit investasi," terang Royke dalam Investor Daily Summit 2021 bertajuk “Mengakselerasi Investasi di Kawasan Ekonomi Baru”, Selasa (13/7).

Menurut Royke, penyaluran pembiayaan dari perbankan memang masih fokus di Pulau Jawa. "Kalau lihat kredit investasi perbankan yang disalurkan ke daerah, sampai April 2021 mencapai Rp 1.400 triliun, alokasi kredit investasi didominasi di Pulau Jawa, hampir 80% dari alokasi kredit nasional," tutur dia.

Dengan adanya kawasan ekonomi baru, diharapkan bisa mendorong penyaluran kredit investasi di luar Jawa. "Masih terdapat ruang perbankan untuk turut membiayai proyek investasi di kawasan ekonomi baru, khususnya di luar Jawa," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN