Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua AAJI Budi Tampubolon : pelaku asuransi jiwa supaya memperhatikan arah pergerakan pasar modal, selalu

Ketua AAJI Budi Tampubolon : pelaku asuransi jiwa supaya memperhatikan arah pergerakan pasar modal, selalu

Masuki Turbulensi, Pelaku Asuransi Diminta Hati-Hati

Sabtu, 29 Februari 2020 | 08:30 WIB
Windarto

Bogor-Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan industri asuransi saat ini sedang memasuki zona turbulensi, jika diibaratkan pesawat yang sedang terbang. Karena itu dia mengharapkan para pelaku industri asuransi, khususnya asuransi jiwa sungguh-sungguh dalam mengelola perusahaan dengan baik, memperhatikan arah pergerakan pasar modal, selalu 'stay alert', menjaga cashflow, menjaga kualitas aset sebaik-baiknya agar bisa melewati zona turbulensi tersebut.

“Kalau kita memasuki zona turbulensi, kan pilot harus lebih awas daripada kalau masuk zona biasa saja. Jadi kita berhaap para top management industri asuransi jiwa sungguh-sungguh membawa kalau perusahaan asuransi jiwa itu dianggap pesawat. Mempersiapkan semuanya, bensinnya, dashboard-nya direview lagi supaya pada saat ada symptoms pertama lha kok jadi kuning kita langsung tahu,” tutur Budi mengibaratkan.

Sejumlah guncangan yang terjadi akhir-akhir ini pada industri asuransi karena kasus Jiwasraya, imbas wabah virus Corona yang berdampak terhadap terpukulnya bursa global dan Bursa Efek Indonesia atau yang disebut fenomena 'Black Swan' membuat masyarakat mulai khawatir dunia diambang krisis lagi.

Dalam sepekan terakhir pergerakan IHSG terus merosot dan pada perdagangan terakhir (28/2) IHSG ditutup pada level 5.300-an, alias terpangkas 4% dibandingkan penutupan terakhir. Beberapa bursa di negara lain juga turut rontok.

“Wabah penyakit ini sungguh layak kita cermati dengan serius, bukan cuma agar kita tetap sehat, tapi dampak ekonominya,” tutur Budi dalam Workshop AAJI di Bogor (28/2). Sektor pariwisata, penerbangan, hotel, restoran saat ini sedang terpukul begitupun perdagangan yang melibatkan Tiongkok sebagai tujuan ekspor maupun impor. Akibat jangka panjang yang bisa terjadi, ekonomi global akan terseret ke dalam jurang krisis bila ekonomi Tiongkok terus melambat.

Kendati kondisi yang sulit dan krisis mengancam, Budi mengajak para pelaku industri asuransi jiwa tetap optimistis. “Berapa kali kita melihat dunia dalam bentu krisis, apakah Indonesia mengalaminya? Iya. Tapi kita mesti sama-sama lebih hati-hati dan konservatif dalam melihat bisnis dan ekonomi di tahun ini, walau tidak mesti menjadi sangat pesimistis,” ujarnya.

Adapun terhadap peran stakeholder, dalam hal ini pemerintah maupun regulator, Budi mengharapkan agar berkonsolidasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan apapun yang mungkin bersifat bergeser jauh dari apa yang ada saat ini. “Kita berharap di zona turbulensi ini untuk mendapatkan dukungan yang proporsional. Kita tidak minta dianak emaskan, tapi mendapatkan dukungan saja,” jelasnya.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN