Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komunitas Korban Asuransi yang memilih bertahan dan berniat bermalam di Gedung OJK, Jakarta, Selasa (11/1). (IST)

Komunitas Korban Asuransi yang memilih bertahan dan berniat bermalam di Gedung OJK, Jakarta, Selasa (11/1). (IST)

Mediasi Perusahaan Asuransi-Korban Unit Link Temui Jalan Buntu

Selasa, 11 Januari 2022 | 21:44 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan mediasi antara sejumlah perusahaan asuransi dengan sejumlah nasabah korban unit link di kantor OJK, pada Selasa Siang, 11 Januari 2022. Namun demikian, pertemuan itu disebut tidak membuahkan hasil dan nasabah meminta untuk dananya dikembalikan (refund).

Surat OJK nomor S-1257/NB.211/2021 yang diperoleh Investor Daily menerangkan adanya agenda pembahasan tindak lanjut atas pengaduan terhadap perusahaan asuransi. Pertemuan itu ditujukan khususnya kepada Maria Tri Hartanti dalam rangka tindak lanjut pengaduan pada tiga perusahaan asuransi.

"Dalam rangka menindaklanjuti pengaduan yang saudari sampaikan terhadap tiga perusahaan asuransi yaitu PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), dan PT AIA Financial (AIA), serta menindaklanjuti mediasi yang telah dilakukan sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2021," tulis Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan OJK Supriyono, dikutip Investor Daily, Selasa (11/1).

Dalam surat tertanggal 31 Desember 2021 itu, Supriyono mengatakan, undangan ditujukan kepada Maria dan lima orang mewakili Komunitas Korban Asuransi. Pertemuan dilaksanakan hari ini, pukul 14.00-selesai di Wisma Mulia 2 lantai 16, Jakarta.

Di sisi lain, kabar dari sejumlah nasabah mencuat bahwa pertemuan itu berbuah kebuntuan atau tanpa hasil. "Undangan OJK pertemuan Nasabah Korban dengan Perusahaan Asuransi mengalami kebuntuan dan berujung nasabah bertahan malam ini di Gedung Wisma Mulia, Jakarta. Dua (nasabah) di antaranya bertahan di lantai 16," demikian kata salah satu nasabah dalam pesan singkat kepada Investor Daily.

Komunitas korban asuransi.


Selain itu, video yang beredar pun menggambarkan kondisi terkini sejumlah nasabah. Belasan nasabah nampak bertahan di Gedung OJK dengan penjagaan dari beberapa petugas keamanan gedung. Video lainnya menggambar bahwa nasabah berorasi untuk meminta uangnya dikembalikan.

"Siap refund. Pantang pulang sebelum refundGak mau pulang, maunya di refund," demikian kata salah satu nasabah pria di lokasi. Kabar terakhir, para korban asuransi tersebut memilih untuk bertahan dan menginap di Gedung OJK.

Permasalahan mengenai unit link sebagai salah satu produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) itu mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Industri Jasa Keuangan dengan OJK dan Komunitas Korban Asuransi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/12).

Ketika itu, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin pun menyorot relevansi pemasaran produk unit link saat ini dengan sejumlah kasus atau permasalahan yang terjadi. Menurut dia, moratorium perlu dilakukan pada produk unit link, sehingga diharapkan terjadi evaluasi secara menyeluruh dan adanya perbaikan sehingga tidak ada lagi permasalahan atas produk unit link yang mencuat di masa depan.

"Data OJK, pengaduan untuk produk terkait unit link ini sudah 593, meningkat terus dari tahun 2019 yang hanya 360 aduan. Ada tiga juta nasabah yang menutup produk unit link dengan berbagai alasan, salah satunya adalah karena alasan kerugian yang terus dirasakan. Jadi, jangan sampai berbagai kasus yang sudah disampaikan pada hari ini berlanjut dua tahun ke depan atau sampai dengan 2024," kata Puteri.

Dia menambahkan, Panja juga menginginkan adanya data terkait evaluasi para agen asuransi yang dinilai menjadi sumber permasalahan adanya permasalahan pemasaran unit link. Dengan begitu, standarisasi dan kompetensi para agen dari masing-masing perusahaan asuransi bisa diukur agar permasalahan dapat dianalisis lebih mendalam. 

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN