Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

Menangkap Peluang Ledakan Harga Bitcoin

Kamis, 3 Desember 2020 | 10:05 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Akhir tahun 2020 akan ditutup dengan sebuah fenomena luar biasa yang terjadi pada dunia, karena terjadi ledakan harga aset kripto Bitcoin yang menembus level US$ 19.319 pada 25 November 2020 atau hampir menyentuh kembali titik tertinggi yang pernah dicapai pada 17 Desember 2017 sebesar US$ 20.089.

Fenomena ini memang tidak pernah diduga karena pada Maret 2020 lalu harga Bitcoin pernah drop hingga ke level yang di luar dugaan hingga US$ 3.600 per Bitcoin meskipun sebulan kemudian melonjak dua kali lipat hingga mencapai US$ 7.000 per bitcoin.

Jika dibandingkan dengan April 2020 maka harga bitcoin pada 25 November 2020 sudah meningkat hingga 250%, bisa dibayangkan profit yang diraih investor jika membeli Bitcoin pada April tahun ini maka investasinya kini telah berlipat 2,5 kali hanya dalam tempo setengah tahun.

Co Founder and CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, harga Bitcoin diyakini berbagai pihak di dalam dan luar negeri akan terus berlanjut ke depannya, sejarah mencatat, beberapa waktu lalu proses halving atau proses pengurangan pasokan bitcoin membuat harga bitcoin meroket.

Pada fase halving pertama pada November 2012, harga bitcoin melejit 9.600% dari US$ 12 menjadi US$ 1.160 per November 2013 atau setahun setelah halving pun demikian, pada halving kedua pada Juli 2016, harga 1 Bitcoin saat itu sekitar US$600.
Setelah halving, harga Bitcoin kembali meroket bahkan memecahkan rekor sepanjang masa hingga mencapai US$ 20 ribu pada Desember 2017 atau naik 3.000%.

“Sejarah kembali terulang saat ini, pada saat halving ketiga pada Mei 2020 lalu harga Bitcoin ada di angka US$ 8.500 per BTC namun kini 6 bulan setelah halving, harganya tembus US$ 19.000 pada 25 November 2020 atau meningkat 220%,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Kamis (3/12).

Melihat kenaikan harga Bitcoin yang hanya di angka ratusan persen usai halving ketiga ini, tidak mengherankan banyak analis memperkirakan harga per bitcoin akan terus naik bahkan dapat menembus US$ 318 ribu pada akhir 2021 atau naik 3.700% seperti halnya fenomena kenaikan harga ribuan persen pada peristiwa halving kedua.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN