Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana  Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Meningkat 32%, Laba Bersih BTPN Capai Rp 2,05 Triliun

Jumat, 29 Oktober 2021 | 10:50 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Strategi PT Bank BTPN Tbk dalam menurunkan biaya bunga dan menjaga biaya kredit telah menghasilkan pertumbuhan laba bersih yang kuat pada Januari-September 2021 dibanding setahun lalu. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat di level Rp 2,05 triliun pada kuartal III-2021, meningkat 32% year on year (yoy).

“Bank BTPN mencatatkan hasil yang baik dari waktu ke waktu, didukung oleh kondisi ekonomi yang membaik dan optimisme masyarakat yang meningkat terhadap pemulihan ekonomi. Serta strategi Bank BTPN yang mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam beradaptasi di era new normal,” kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana dalam keterangannya, Kamis (28/10).

Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh beban bunga yang turun sebesar 39% (yoy) dari Rp 4,54 triliun menjadi Rp 2,76 triliun, serta biaya kredit yang 19% lebih rendah dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 1,59 triliun karena penyesuian metode penerapan PSAK 71. Sementara, pendapatan bunga bersih Bank BTPN naik 5% (yoy) dari Rp 7,93 triliun ke Rp 8,31 triliun.

Selain pendapatan bunga bersih, Bank BTPN juga mencatat kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 11% (yoy) dari Rp 1,31 triliun menjadi Rp 1,45 triliun, yang berasal dari peningkatan pendapatan fee, salah satunya dari penjualan produk investasi.

Perseroan berhasil menjaga biaya operasional relatif tetap sama dengan tahun lalu, yaitu sekitar Rp 5,1 triliun. Beban bunga juga tercatat lebih rendah sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan meningkatnya saldo dan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Suku bunga acuan BI tetap berada di level 3,50% sejak Februari 2021, setelah mengalami penurunan sejak Juli 2019.

Peningkatan saldo dan rasio CASA, serta turunnya biaya dana term deposit rupiah, juga mengakibatkan penurunan biaya dana rupiah BTPN menjadi 3,5% pada akhir triwulan III-2021, dari 5,3% pada akhir triwulan III-2020.

BTPN mencatat peningkatan saldo CASA sebesar 37% menjadi Rp 35,57 triliun pada akhir September 2021, dari Rp 25,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rasio CASA terhadap total dana pihak ketiga juga meningkat menjadi 34% dari sebelumnya 26%. Total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2% (yoy) menjadi Rp 103,23 triliun pada akhir September 2021.

Pertumbuhan CASA juga dikontribusikan oleh digital banking, salah satu lini bisnis BTPN. Sebagai salah satu pionir dalam pengembangan layanan perbankan digital di tanah air, Bank BTPN terus meningkatkan keandalan Jenius, aplikasi life finance solution bagi para nasabah digital savvy, di tengah tantangan pandemi Covid-19. Jumlah pengguna Jenius tumbuh sebesar 22,3% (yoy) menjadi 3,51 juta dan jumlah dana pihak ketiga bertumbuh 20,5% (yoy) menjadi Rp 14,66 triliun pada akhir September 2021.

Penyaluran kredit mengalami penurunan sebesar 7% yoy menjadi Rp 137,66 triliun pada akhir kuartal III-2021, dari Rp 148,81 triliun, sebagai dampak dari permintaan kredit yang masih belum kembali ke tingkat permintaan sebelum pandemi. Penurunan penyaluran kredit juga mengakibatkan penurunan aset sebesar 2% (yoy) menjadi Rp 183,02 triliun, dari Rp 186,90 triliun.

“Terlepas dari penurunan kredit secara tahunan, penyaluran kredit sampai dengan akhir triwulan III-2021 menunjukkan peningkatan dibandingkan angka pada akhir triwulan sebelumnya. Jumlah kredit yang diberikan naik sebesar 1,5% kuartal ke kuartal, dan ini merupakan tanda yang baik, yaitu terjadi peningkatan aktivitas masyarakat,” kata Ongki.

Bank BTPN terus menjaga kualitas kredit nasabah agar tetap berada di level yang sehat. Hal ini tercermin di rasio gross NPL yang berada di level 1,56% pada akhir September 2021, lebih rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,35% pada akhir Agustus 2021.

Selain DPK, Bank BTPN memiliki sumber pendanaan yang terdiversifikasi termasuk fasilitas pinjaman dari SMBC. Rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 224,7% dan net stable funding ratio (NSFR) 114,7% pada posisi 30 September 2021. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di tingkat yang kuat di 25,6%. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN