Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjelasan Menkes Budi Gunadi Sadikin  Sumber: BSTV

Penjelasan Menkes Budi Gunadi Sadikin Sumber: BSTV

Gelar Sentra Vaksinasi Covid-19,

Menkes Harap Asuransi Umum Turut Vaksin Nasabah dan Keluarga

Jumat, 25 Juni 2021 | 04:50 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi umum menggelar sentra vaksinasi Covid-19 terhadap para pekerja asuransi dan keluarganya, serta masyarakat umum dengan target 11 ribu orang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap peran dan kontribusi asuransi umum itu diperluas untuk turut menggelar vaksinasi terhadap nasaban dan keluarganya.

"Kami sebenarnya berharap kepada Pak Wimboh OJK dan Pak Widodo AAUI, kalau bisa program vaksinasi ini sampai dengan Desember 2021. Bukan hanya di Jakarta, tapi juga di seluruh Indonesia. Kami nanti akan membantu menyediakan vaksinnya, agar semua asuransi umum bisa memfasilitasi program vaksinasi, bukan hanya untuk karyawan dan keluarga, tapi juga ditambah nasabah dan keluarganya. Jadi sekalian mendapat polis serta vaksin. Itu bisa kita lakukan kerja sama program vaksinasi di seluruh Indoensia," ungkap Menkes saat konferensi pers daring, Kamis (24/6).

Budi menyatakan, Vaksinasi ini harus diberikan kepada 181,5 juta atau 363 juta dosis suntikan bagi rakyat Indonesia dengan usia diatas 18 tahun. Idealnya, Indonesia mesti menyuntikkan vaksin sebanyak 2 juta sampai 2,5 juta per hari. Tapi sampai dengan 23 Juni 2021, Indonesia baru mencatatkan 700 ribu suntikan per hari.

Dalam hal ini, kata dia, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk mengakselerasi program vaksinasi.

"Itu tidak bisa kita lakukan sendiri tanpa bantuan teman-teman sekalian. Kami berterima kasih atas peran dan kontribusi AAUI untuk bisa melakukan vaksinasi massal," imbuh Budi.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, percepatan program vaksinasi menjadi salah satu game changer pemulihan ekonomi nasional. Industri asuransi, utamanya asuransi umum menjadi bagian yang diharapkan bisa mendorong akselerasi tersebut. Apalagi program vaksinasi Covid-19 berkaitan langsung dengan kelangsungan industri asuransi dan jasa keuangan lain.

"Per April 2021, jumlah dana industri perasuransian termasuk asuransi umum mencapai Rp 1.221,39 triliun yang ditempatkan pada berbagai bagian instrumen investasi seperti deposito, saham, reksa dana, surat berharga, dan lainnya. Ini penting bahwa apabila ekonomi tidak tumbuh, tentunya bagaimana melipatgandakan investasi yang ditaruh pada berbagai instrumen tersebut juga bisa tidak sebagaimana yang diharapkan," ungkap dia.

Wimboh berharap dengan dilakukannya program vaksinasi yang dimulai dari karyawan dan keluarga para pelaku industri asuransi bisa menjadi pengungkit pemulihan di industri asuransi sendiri.

"Sebagaimana yang kita rencanakan segera dapat beroperasi dan mendapati kinerja seperti sebelum pandemi Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi ini dapat juga meningkatkan kepercayaan masyarakat, terutama nasabah dan pemangku kepentingan, maupun mitra dari perusahaan asuransi," tandas dia.

Gelar Sentra Vaksinasi

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia/Ketua AAUI
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia/Ketua AAUI


Sementara itu, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo menyampaikan, harapan dari Menkes untuk asuransi umum turut melakukan vaksinasi terhadap nasabah dan keluarganya menjadi tantangan tersendiri. Pihaknya juga berharap untuk bisa berkontribusi lebih bagi negara.

"Insya Allah nanti kami akan diskusi. Kami sekarang sudah turun, nantinya kalau bisa kami juga bekerja sama dengan asosiasi puskesmas seluruh Indonesia. Mereka ada sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia untuk diajak kerja sama mengupayakan percepatan vaksinasi ini dengan menggunakan dana-dana yang ada, maupun mitra sponsor dari luar negeri, kemarin ada dari Singapura. Pak Menteri, kami mendengar khitahnya, mungkin kami akan mengusahakan apa yang diamanahkan," ucap dia.

Di sisi lain, AAUI turut mendukung upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 dengan menggelar vaksinasi massal untuk para pekerja industri asuransi dan keluarganya serta masyarakat umum. dengan menyelenggarakan sentra vaksinasi bersama AAUI. Sentra vaksinasi tersebut diharapkan dapat melayani lebih dari 11 ribu orang.

Widodo menerangkan, sentra vaksinasi bersama AAUI diselenggarakan di 2 lokasi, yaitu Lakespra TNI AU Saryanto, Pancoran, pada 18-30 Juni 2021 dan Hall Basket Plaza Festival, Kuningan, pada 23 Juni sampai 3 Juli 2021. Adapun kapasitas masing-masing sebanyak 500 vaksinasi per hari.

Untuk vaksinasi di Lakespra TNI AU Saryanto AAUI berkolaborasi dengan PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance), bagian dari Zurich Group (Zurich). Sementara untuk yang berlokasi Hall Basket Plaza Festival, AAUI berkolaborasi dengan seluruh perusahaan Asuransi anggotanya dan beberapa pihak lainnya.

Ketua AAUI menjelaskan, sebagai sebuah model efektif untuk Publik & Private Sector Engagement, pembiayaan dari pelaksanaan Sentra Vaksinasi Bersama AAUI akan memanfaatkan dana CSR pada perusahaan asuransi dan menjadi pemenuhan pelaksanaan peraturan pada POJK 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, serta melibatkan perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran sebagai bagian pemenuhan pengabdian masyarakat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN