Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati

PER SEPTEMBER 2020

Menkeu: Pangsa Pasar Keuangan Syariah Capai 9,69%

Selasa, 29 Desember 2020 | 10:15 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, keuangan syariah berkembang cukup mengesankan selama tiga dasawarsa terakhir sejak berdirinya bank syariah pertama di Indonesia pada 1992. Sampai September 2020, total aset industri keuangan syariah nasional, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp 1.710,16 triliun.

“Ini setara dengan US$ 114,64 miliar dengan market share (terhadap aset industri keuangan nasional) sebesar 9,69%,” ujar Sri Mulyani saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Sharia Business and Academic Sinergy (SBAS) 2020 Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dengan tema "Grand Strategy Pengembangan SDM Ekonomi Islam Berbasis Link and Match Solusi SDM Unggul, Indonesia Maju", Selasa (29/12).

Aset keuangan syariah tersebut, papar Sri Mulyani yang juga ketua umum IAEI, meliputi aset perbankan syariah sebesar Rp 575,85 triliun, industri keuangan bukan bank syariah sebesar Rp 111,44 triliun, dan pasar modal syariah sebesar Rp 1.022,87 triliun.

Menurut dia, terjadi hal yang cukup menarik selama kondisi pandemi Covid-19 yang sangat menekan yaitu pada saat intermediasi perbankan nasional cenderung mengalami penurunan, kinerja perbankan syariah justru cenderung stabil dan tumbuh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional. “Ini sering terjadi di dalam suasana krisis seperti yang terjadi tahun 2008 yang lalu,” pungkas dia.

Di antara faktor yang menopang industri keuangan syariah tumbuh positif dan lebih tinggi itu, kata Sri Mulyani, karena Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar dan didukung kenaikan kelas menengah. "Itu memberikan dukungan terhadap pertumbuhan permintaan dari pelayanan keuangan syariah," kata dia.

Sri Mulyani, mencatat, sampai September 2020, aset perbankan syariah tumbuh 10,97%, lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional 7,7%. Begitu juga dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan syariah tumbuh 11,56%, sedikit lebih tinggi dibandingkan konvensional mencapai 11,49%.

Sementara itu, dari sisi penyaluran pembiayaan, lanjut dia, juga tumbuh lebih tinggi mencapai 9,42% dibandingkan kredit perbankan konvensional mencapai 0,55%. Dari sisi rasio modal perbankan syariah mencapai 23,5% dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) mencapai 3,31%.

“Kinerja bank syariah ini perlu menjadi salah satu jembatan dan modal awal bagi kita untuk terus mengembangkan sebuah ekosistem keuangan syariah yang berkualitas baik,” kata dia.

 

Investor Saham Syariah

Sedangkan dari sisi pasar modal syariah nilai kapitalisasi saham, lanjut Sri Mulyani, secara umum menurun namun pertumbuhan jumlah investor saham syariah per tahun tumbuh 108%. “Dalam setahun terakhir sampai Juni 2020, investor saham syariah mengalami kenaikan 32% dibandingkan posisi sebelumnya pada 2019,” imbuh dia.

Sementara itu, periode Januari-Juni 2020, transaksi saham syariah naik 26% mencapai 633 ribu transaksi dibandingkan periode sama 2019 mencapai 501 ribu transaksi. Sedangkan volume transaksi dalam semester I-2020 mencapai 6,2 miliar atau naik 57% dari periode sama 2019 yang mencapai 3,9 miliar.

Sri Mulyani menambahkan, potensi keuangan syariah yang besar itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter yang sesuai dengan prinsip keuangan syariah dan sesuai dengan nilai universal Islam yakni keadilan, kejujuran, dan dapat dipercaya.

“Kualitas SDM juga bisa meningkatkan pembangunan ekonomi Islam yang berkelanjutan, inklusif dan bisa memenuhi harapan masyarakat dan sesuai nilai universal Islam,” kata dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN