Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Direktur Utama BRI Sunarso (kiri) dan Direktur BRI Keuangan Haru Koesmahargyo (dua dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Investor Daily/Novy Lumanauw)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Direktur Utama BRI Sunarso (kiri) dan Direktur BRI Keuangan Haru Koesmahargyo (dua dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Investor Daily/Novy Lumanauw)

Menkeu Puji Strategi BRI Kembangkan UMKM

Novy  Lumanauw, Rabu, 29 Januari 2020 | 18:18 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memuji strategi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk yang fokus mengembangkan bisnis di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“UMKM memiliki multiplier effect dan jangkauan luas untuk menggencarkan inklusi keuangan,” kata Menkeu saat menjadi pembicara kunci pada BRI Group Economic Forum 2020 bertema Indonesia’s Economic Resilience to Weather Global Economic Slowdown, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menkeu mengatakan, pemerintah terus mencari titik keseimbangan antara mendorong dan mendukung ekonomi dan kemajuan sosial, tetapi pada saat yang sama harus menjaga kesehatan dan sustainability APBN 2020.

Fokus APBN 2020, menurut Menkeu, masih sama seperti tahun sebelumnya di mana 20% dialokasikan untuk pembangunan bidang pendidikan, kesehatan sebesar 5%, dan jarring pengaman sosial (social safety net).

“Artinya, seperti yang Pak Sunarso (Dirut BRI) katakan fokus kita ke UMKM. Itu the right focus, secara tradisional BRI kuat di situ (sektor UMKM), dan penetrasi di level masyarakat bawah menjadi fokus pemerintah untuk intervensi. Di sinilah kita membutuhkan tangan-tangan seperti BRI,” ujar Sri Mulyani dalam pidatonya.

Menkeu berharap, BRI yang memiliki daya jangkau luas ke masyarakat ikut membantu pemerintah meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di Indonesia. Ini mengingat masih ada bagian dari masyarakat Indonesia yang belum tersentuh oleh layanan keuangan modern.

“Dibutuhkan mindset dan bisnis model yang berbeda untuk fokus pada sektor UMKM. Pak Sunarso pernah bertugas di Pegadaian, saya tidak perlu mengajari. Sektor UMKM sudah ada di DNA-nya, kalau DNA CEO sudah punya, tinggal SDM mengikutinya,” jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, penyaluran kredit perseroan sepanjang 2019 mayoritas ke sektor UMKM dan ke depan BRI akan tetap fokus pada sektor itu.

“Sekarang sudah turun juga porsi korporasinya dan porsi UMKM kita (BRI) sudah 78%. Tahun depan kami ingin lebih tinggi dari angka tersebut,” kata Sunarso.

Sepanjang 2019, BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 915,69 triliun, tumbuh 8,4% secara year on year (yoy). Angka pertumbuhan kredit BRI tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh 6,08%.

“Untuk 2020 kami targetkan pertumbuhan kredit 10%-11%. Kita fokus ke mikro. Kita pacu pertumbuhan lebih cepat,” jelas Sunarso.

Pertumbuhan kredit pada segmen mikro menjadi salah satu penyokong utama kinerja BRI sepanjang 2019. Sunarso mengungkapkan penyaluran kredit mikro yang pada tahun lalu tumbuh double digit 12,19%, menjadi salah satu faktor utama pendukung pertumbuhan kredit perseroan.

Selain tumbuh positif di atas rata-rata industri, BRI mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni non-performing loan (NPL) 2,80% dengan NPL coverage mencapai 153,64%.

Tahun lalu, BRI membukukan laba sebesar Rp 34,4 triliun atau tumbuh 6,1% (yoy). Sementara aset BRI tercatat Rp 1.416,95 triliun, tumbuh 9,41% dibandingkan aset akhir 2018 sebesar Rp 1.296,9 triliun.

“Prinsipnya, kami mengadakan acara ini ingin mendapat sinyal yang akan dijadikan panduan untuk mengelola kinerja keuangan secara hati-hati, itu yang paling penting. Ini pasti terkait bagaimana kami menetapkan target pertumbuhan sepanjang tahun. Kita harus tetap optimistis untuk mengelola segala mancam tantangan dan lainnya,” kata Sunarso.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN