Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Dari kiri ke kanan) Co-Founder Modalku Iwan Kurniawan, Pelaku UMKM Muhammad Khoiruddin, dan Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya, saat Halalbihalal dengan awak media di Jakarta, Rabu (3/7).

(Dari kiri ke kanan) Co-Founder Modalku Iwan Kurniawan, Pelaku UMKM Muhammad Khoiruddin, dan Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya, saat Halalbihalal dengan awak media di Jakarta, Rabu (3/7).

Modalku Targetkan Salurkan Pinjaman Rp 10 Triliun

c04, Kamis, 4 Juli 2019 | 10:11 WIB

JAKARTA.investor.id – Grup fintech peer to peer (P2P) lending Modalku tahun ini menargetkan menyalurkan pinjaman modal sebesar Rp 10 triliun. Sementara itu, sejak berdiri tahun 2016 hingga semester I-2019, penyaluran pinjaman Modalku mencapai Rp 7,08 triliun di tiga negara di Asia Tenggara.

Co-Founder Modalku Iwan Kurniawan menjelaskan, dalam kurun waktu 2016-2018, Modalku berhasil menyaluran pinjaman senilai Rp 4 triliun. Sedangkan pertumbuhan sebesar Rp 3 triliun selebihnya dicatatkan hanya dalam kurun waktu enam bulan atau sepanjang semester I-2019.

"Selam enam bulan terakhir kami punya pekerjaan yang sangat luar biasa. Di tiga negara kami beroperasi (Indonesia, Singapura, Malaysia) kami sudah menyalurkan sekitar Rp 7 triliun selama tiga setengah tahun terakhir," kata Iwan, di Jakarta, Rabu (3/7).

Melihat hal tersebut, sebut Iwan, Indonesia masih menjadi pasar utama perusahaan. Modalku memasang target dari saat ini 750 ribu pinjaman menjadi 1 juta pinjaman, dan Rp 10 triliun penyaluran pinjaman sampai akhir tahun 2019. "Target penyaluran tahun ini minimal Rp 10 triliun, dan dari segi pinjaman kami on the track minimal 1 juta pinjaman," ujar dia.

Untuk tahun ini pihaknya fokus merambah lebih luas penyaluran pinjaman ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga akhir semester I-2019 tercatat setidaknya 20 ribu pinjaman telah disalurkan ke UMKM.

Di samping itu, lanjut dia, potensi 60 juta lebih UMKM di Indonesia juga terbilang besar untuk dijajaki. Melihat hal tersebut, sejak 2016 Modalku berupaya ikut serta membantu dan memberikan dampak lebih bagi perkembangan UMKM.

Pada April 2019, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp 5 triliun ke UMKM di Asia Tenggara. Dari nilai tersebut, 60% atau lebih dari Rp 3,1 triliun telah dicairkan bagi UMKM di Indonesia.

"Memang visi Modalku yang utama di UMKM. Supaya UMKM dapat support dari segi finansial seperti saat ini. Sejak kami launching tahun 2016 memang fokusnya kami di UMKM dan juga ingin memberikan sebuah impact yang beda khususnya UMKM ini," tutur Iwan.

Dia juga menjelaskan, tingkat default (gagal bayar pinjaman) Modalku masih stabil sebesar 0,8%. Hal tersebut diharapkan tetap stabil dengan metode scoring Modalku terhadap calon peminjam.

"So far kalau defauld Modalku ini 0,8%, ini sudah stabil dalam dua tahun terakhir. Kami punya proses untuk menyaring setiap peminjam dengan cara risk management yang ada saat ini. Selain itu, kami memberikan scoring kepada setiap peminjam. Kami bisa lihat nilai scoring tersebut dari aspek penjualan dan lainnya," papar dia.

Dalam rangka meningkatkan portofolio perusahaan, Iwan menyampaikan, pihaknya lebih menyorot peningkatkan volume peminjam dan volume penyalurannya. "Itu intinya, buat kami yang penting volumenya. Karena makin besar volumenya, makin besar juga dampak yang diberikan kepada masyarakat. Jadi selama 3,5 tahun terakhir, kami sampai pada angka Rp 4 triliun (Indonesia) penyaluran dan akan kami gandakan tahun ini juga," jelas dia.

Iwan mengatakan, saat ini Modalku sudah memiliki penyaluran di seluruh Indonesia. Artinya, merek dagang milik PT Mitrausaha Indonesia Grup ini akan lebih gencar merambah potensi UMKM dan peminjam dipelosok. "Di luar Jawa pun sudah banyak juga, jadi memang fokusnya akan kemana-mana. Mungkin sementara ini fokus testing di Jabodetabek dulu. Lalu akan disusul ke kota-kota besar lainnya," kata dia.

Saat ini Modalku menawarkan layanan P2P lending untuk mempertemukan pengusaha lokal dengan pemberi pinjaman (individu atau institusi) melalui pasar digital. Dengan mendanai pinjaman UMKM, pemberi pinjaman mendapatkan alternatif investasi yang menarik.

Modalku juga menawarkan bermacam produk untuk kebutuhan UMKM yang berbeda. Termasuk pinjaman UKM dan invoice financing yang didasari invoice/tagihan usaha. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sejak awal 2019, Modalku aktif melayani segmen pedagang mikro yang membutuhkan pinjaman tanpa agunan yang cepat dan mudah.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN